Rabu, 16 September 2009

SEJARAH PRAMUKA DUNIA

SEJARAH PRAMUKA DUNIA

A. Pendahuluan

Kalau kita mempelajari sejarah pendidikan kepramukaan kita tidak dapat lepas dari riwayat hidup pendiri gerakan kepramukaan sedunia Lord Robert Baden Powell of Gilwell.

Hal ini disebabkan pengalaman beliaulah yang mendasari pembinaan remaja di negara Inggris. Pembinaan remaja inilah yang kemudian tumbuh berkembang menjadi gerakan kepramukaan.

B. Riwayat hidup Baden Powell

Lahir tanggal 22 Pebruari 1857 dengan nama Robert Stephenson Smyth. Ayahnya bernama powell seorang Professor Geometry di Universitas Oxford, yang meninggal ketika Stephenson masih kecil.

Pengalaman Baden Powell yang berpengaruh pada kegiatan kepramukaan banyak sekali dan menarik diantaranya :

a. Karena ditinggal bapak sejak kecil, maka mendapatkan pembinaan watak ibunya.

b. Dari kakaknya mendapat latihan keterampilan berlayar, berenang, berkemah, olah raga dan lain-lainnya.

c. Sifat Baden Powell yang sangat cerdas, gembira, lucu, suka main musik, bersandiwara, berolah raga, mengarang dan menggambar sehingga disukai teman-temannya.

d. Pengalaman di India sebagai pembantu Letnan pada Resimen 13 Kavaleri yang berhasil mengikuti jejak kuda yang hilang di puncak gunung serta keberhasilan melatih panca indera kepada Kimball O’Hara.

e. Terkepung bangsa Boer di kota Mafeking, Afrika Selatan selama 127 hari dan kekurangan makan.

f. Pengalaman mengalahkan Kerajaan Zulu di Afrika dan mengambil kalung manik kayu milik Raja Dinizulu.

Pengalaman ini ditulis dalam buku “Aids To Scouting” yang merupakan petunjuk bagi Tentara muda Inggris agar dapat melaksanakan tugas penyelidik dengan baik.

William Smyth seorang pimpinan Boys Brigade di Inggris minta agar Baden Powell melatih anggotanya sesuai dengan pengalaman beliau itu.

Kemudian dipanggil 21 pemuda dari Boys Brigade di berbagai wilayah Inggris, diajak berkemah dan berlatih di pulau Browns Sea pada tanggal 25 Juli 1907 selama 8 hari.

Tahun 1910 BP pensiun dari tentara dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal. Pada tahun 1912 menikah dengan Ovale St. Clair Soames dan dianugerahi 3 orang anak. Beliau mendapat titel Lord dari Raja George pada tahun 1929 Baden Powell meninggal tanggal 8 Januari 1941 di Nyeri, Kenya, Afrika.

C. Sejarah Kepramukaan Sedunia

Awal tahun 1908 Baden Powell menulis pengalamannya untuk acara latihan kepramukaan yang dirintisnya. Kumpulan tulisannya ini dibuat buku dengan judul “Scouting For Boys”. Buku ini cepat tersebar di Inggris dan negara-negara lain yang kemudian berdiri organisasi kepramukaan yang semula hanya untuk laki-laki dengan nama Boys Scout.

Tahun 1912 atas bantuan adik perempuan beliau, Agnes didirikan organisasi kepramukaan untuk wanita dengan nama Girl Guides yang kemudian diteruskan oleh istri beliau.

Tahun 1916 berdiri kelompok pramuka usia siaga dengan nama CUB (anak serigala) dengan buku The Jungle Book karangan Rudyard Kipling sebagai pedoman kegiatannya. Buku ini bercerita tentang Mowgli si anak rimba yang dipelihara di hutan oleh induk serigala.

Tahun 1918 beliau membentuk Rover Scout bagi mereka yang telah berusia 17 tahun. Tahun 1922 beliau menerbitkan buku Rovering To Success (Mengembara Menuju Bahagia). Buku ini menggambarkan seorang pemuda yang harus mengayuh sampannya menuju ke pantai bahagia.

Tahun 1920 diselenggarakan Jambore Dunia yang pertama di Olympia Hall, London. Beliau mengundang pramuka dari 27 Negara dan pada saat itu Baden Powell diangkat sebagai Bapak Pandu Sedunia (Chief Scout of The World).

Tahun 1924 Jambore II di Ermelunden, Copenhagen, Denmark

Tahun 1929 Jambore III di Arrow Park, Birkenhead, Inggris

Tahun 1933 Jambore IV di Godollo, Budapest, Hongaria

Tahun 1937 Jambore V di Vogelenzang, Blomendaal, Belanda

Tahun 1947 Jambore VI di Moisson, Perancis

Tahun 1951 Jambore VII di Salz Kamergut, Austria

Tahun 1955 Jambore VIII di sutton Park, Sutton Coldfild, Inggris

Tahun 1959 Jambore IX di Makiling, Philipina

Tahun 1963 Jambore X di Marathon, Yunani

Tahun 1967 Jambore XI di Idaho, Amerika Serikat

Tahun 1971 Jambore XII di Asagiri, Jepang

Tahun 1975 Jambore XIII di Lillehammer, Norwegia

Tahun 1979 Jambore XIV di Neishaboor, Iran tetapi dibatalkan

Tahun 1983 Jambore XV di Kananaskis, Alberta, Kanada

Tahun 1987 Jambore XVI di Cataract Scout Park, Australia

Tahun 1991 Jambore XVII di Korea Selatan

Tahun 1995 Jambore XVIII di Belanda

Tahun 1999 Jambore XIX di Chili, Amerika Selatan

Tahun 2003 Jambore XX di Thailand

Tahun 1914 beliau menulis petunjuk untuk kursus Pembina Pramuka dan baru dapat terlaksana tahun 1919. Dari sahabatnya yang bernama W.F. de Bois Maclarren, beliau mendapat sebidang tanah di Chingford yang kemudian digunakan sebagai tempat pendidikan Pembina Pramuka dengan nama Gilwell Park.

Tahun 1920 dibentuk Deewan Internasional dengan 9 orang anggota dan Biro Sekretariatnya di London, Inggris dan tahun 1958 Biro Kepramukaan sedunia dipindahkan dari London ke Ottawa Kanada. Tanggal 1 Mei 1968 Biro kepramukaan Sedunia dipindahkan lagi ke Geneva, Swiss.

Sejak tahun 1920 sampai 19 Kepala Biro Kepramukaan Sedunia dipegang berturut-turut oleh Hebert Martin (Inggris). Kolonel J.S. Nilson (Inggris), Mayjen D.C. Spry (Kanada) yang pada tahun 1965 diganti oleh R.T. Lund 1 Mei 1968 diganti lagi oleh DR. Laszio Nagy sebagai Sekjen.

Biro Kepramukaan sedunia Putra mempunyai 5 kantor kawasan yaitu Costa Rica, Mesir, Philipina, Swiss dan Nigeria. Sedangkan Biro kepramukaan Sedunia Putri bermarkas di London dengan 5 kantor kawasan di Eropa, Asia Pasifik, Arab, Afrika dan Amerika Latin.

KELAHIRAN GERAKAN PRAMUKA

DETIK DETIK KELAHIRAN GERAKAN PRAMUKA

Gerakan Pramuka lahir pada tahun 1961, jadi kalau akan menyimak latar belakang lahirnya Gerakan Pramuka, orang perlu mengkaji keadaan, kejadian dan peristiwa pada sekitar tahun 1960.
Dari ungkapan yang telah dipaparkan di depan kita lihat bahwa jumlah perkumpulan kepramukaan di Indonesia waktu itu sangat banyak. Jumlah itu tidak sepandan dengan jumlah seluruh anggota perkumpulan itu.
Peraturan yang timbul pada masa perintisan ini adalah Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember 1960 tentang rencana pembangunan Nasional Semesta Berencana. Dalam ketetapan ini dapat ditemukan Pasal 330. C. yang menyatakan bahwa dasar pendidikan di bidang kepanduan adalah Pancasila. Seterusnya penertiban tentang kepanduan (Pasal 741) dan pendidikan kepanduan supaya diintensifkan dan menyetujui rencana Pemerintah untuk mendirikan Pramuka (Pasal 349 Ayat 30). Kemudian kepanduan supaya dibebaskan dari sisa-sisa Lord Baden Powellisme (Lampiran C Ayat 8).
Ketetapan itu memberi kewajiban agar Pemerintah melaksanakannya. Karena itulah Pesiden/Mandataris MPRS pada 9 Maret 1961 mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepramukaan Indonesia, bertempat di Istana Negara. Hari Kamis malam itulah Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka. Presiden juga menunjuk panitia yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Pertanian Dr.A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Panitia ini tentulah perlu sesuatu pengesahan. Dan kemudian terbitlah Keputusan Presiden RI No.112 Tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan susunan keanggotaan seperti yang disebut oleh Presiden pada tanggal 9 Maret 1961. Ada perbedaan sebutan atau tugas panitia antara pidato Presiden dengan Keputusan Presiden itu. Masih dalam bulan April itu juga, keluarlah Keputusan Presiden RI Nomor 121 Tahun 1961 tanggal 11 April 1961 tentang Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Anggota Panitia ini terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Prof. Prijono, Dr. A. Azis Saleh, Achmadi dan Muljadi Djojo Martono (Menteri Sosial). Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka.


Kelahiran Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka ditandai dengan serangkaian peristiwa yang saling berkaitan yaitu 1. Pidato Presiden/Mandataris MPRS dihadapan para tokoh dan pimpinan yang mewakili organisasi kepanduan yang terdapat di Indonesia pada tanggal 9 Maret 1961 di Istana Negara. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA
· Diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961, tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia, serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya. Tanggal 20 Mei adalah; Hari Kebangkitan Nasional, namun bagi Gerakan Pramuka memiliki arti khusus dan merupakan tonggak sejarah untuk pendidikan di lingkungan ke tiga. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PERMULAAN TAHUN KERJA.

· Pernyataan para wakil organisasi kepanduan di Indonesia yang dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka, dilakukan di Istana Olahraga Senayan pada tanggal 30 Juli 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI IKRAR GERAKAN PRAMUKA.


2. Pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, diikuti defile Pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang didahului dengan penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka, dan kesemuanya ini terjadi pada tanggal pada tanggal 14 Agustus 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PRAMUKA.

Gerakan Pramuka Diperkenalkan

Pidato Presiden pada tanggal 9 Maret 1961 juga menggariskan agar pada peringatan\ Proklamasi Kemerdekaan RI Gerakan Pramuka telah ada dan dikenal oleh masyarakat. Oleh karena itu Keppres RI No.238 Tahun 1961 perlu ada pendukungnya yaitu pengurus dan anggotanya. Menurut Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, pimpinan perkumpulan ini dipegang oleh Majelis Pimpinan Nasional (MAPINAS) yang di dalamnya terdapat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Kwartir Nasional Harian. Badan Pimpinan Pusat ini secara simbolis disusun dengan mengambil angka keramat 17-8-’45, yaitu terdiri atas Mapinas beranggotakan 45 orang di antaranya duduk dalam Kwarnas 17 orang dan dalam Kwarnasri 8 orang. Namun demikian dalam realisasinya seperti tersebut dalam Keppres RI No.447 Tahun 1961, tanggal 14 Agustus 1961 jumlah anggota Mapinas menjadi 70 orang dengan rincian dari 70 anggota itu 17 orang di antaranya sebagai anggota Kwarnas dan 8 orang di antara anggota Kwarnas ini menjadi anggota Kwarnari.
Mapinas diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno, Presiden RI dengan Wakil Ketua I, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh.
Sementara itu dalam Kwarnas, Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjabat Ketua dan Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua Kwarnari.
Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961 bukan saja di Ibukota Jakarta, tapi juga di tempat yang
penting di Indonesia. Di Jakarta sekitar 10.000 anggota Gerakan Pramuka mengadakan Apel Besar yang diikuti dengan pawai pembangunan dan defile di depan
Presiden dan berkeliling Jakarta. Sebelum kegiatan pawai/defile, Presiden melantik anggota Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari, di Istana negara, dan menyampaikan anugerah tanda penghargaan dan kehormatan berupa Panji Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia (Keppres No.448 Tahun 1961) yang diterimakan kepada Ketua Kwartir Nasional, Sri Sultan Hamengku Buwono IX sesaat sebelum pawai/defile dimulai. Peristiwa perkenalan tanggal 14 Agustus 1961 ini kemudian dilakukan sebagai HARI PRAMUKA yang setiap tahun diperingati oleh seluruh jajaran dan anggota Gerakan Pramuka

Bapak Pramuka Indonesia

Sri Sultan Hamengkubuwono IX ( Sompilan Ngasem, Yogyakarta, 12 April 1912 -
Washington, DC, AS, 1 Oktober 1988 ) adalah seorang Raja Kasultanan Yogyakarta
dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Beliau juga Wakil Presiden Indonesia
yang kedua antara tahun 1973-1978. Beliau juga dikenal sebagai Bapak Pramuka
Indonesia, dan pernah menjabat sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Biografi
Lahir di Yogyakarta dengan nama GRM Dorojatun pada 12 April 1912, HamengkubuwonoIX adalah putra dari Sri Sultan Hamengkubuwono VIII dan Raden Ajeng Kustilah. Diumur 4 tahun Hamengkubuwono IX tinggal pisah dari keluarganya. Dia memperoleh pendidikan di HIS di Yogyakarta, MULO di Semarang, dan AMS di Bandung. Pada tahun 1930-an beliau berkuliah di Universiteit Leiden, Belanda (”SultanHenkie”).

Hamengkubuwono IX dinobatkan sebagai Sultan Yogyakarta pada tanggal 18 Maret 1940 dengan gelar “Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan HamengkubuwonoSenopati Ing Alogo Ngabdurrokhman Sayidin Panotogomo Kholifatulloh Ingkang Kaping Songo”. Beliau merupakan sultan yang menentang penjajahan Belanda dan mendorong kemerdekaan Indonesia. Selain itu, dia juga mendorong agar pemerintah RI memberi status khusus bagi Yogyakarta dengan predikat “Istimewa”. Sejak 1946 beliau pernah beberapa kali menjabat menteri pada kabinet yang dipimpin Presiden Soekarno. Jabatan resminya pada tahun 1966 adalah ialah Menteri Utama di bidang Ekuin.

Pada tahun 1973 beliau diangkat sebagai wakil presiden. Pada akhir masa jabatannya pada tahun 1978, beliau menolak untuk dipilih kembali sebagai wakil presiden dengan alasan kesehatan. Namun, ada rumor yang mengatakan bahwa alasan sebenarnya ia mundur adalah karena tak menyukai Presiden Soeharto yang represif seperti pada Peristiwa Malari dan hanyut pada KKN.
Minggu malam pada 1 Oktober 1988 ia wafat di George Washington University Medical Centre, Amerika Serikat dan dimakamkan di pemakaman para sultan Mataram di Imogiri.

YA ALLAH .....

JIKA AKU MENCINTAI SESEORANG
CIONTAKANLAH AKU PADA ORANG YANG TELAH MELABUHKAN CINTANYA PADAMU
AGAR BERTAMBAH KEKUATAN CINTAKU PADA-MU

YA ROBBII .....

DAN JIKA AKU RINDU PADA ORANG YANG AU SAYANGI
KU MOHON JAGALAH RINDUKU PADANYA
AGAR TIDAK MELEBIHI RASA RINDUKU AKAN SURGAMU

AMIIN ......

Minggu, 14 Juni 2009

Rock Climbing

Although rock climbing was an important component of Victorian mountaineering in the Alps, it is generally thought that the sport of rock climbing began in the last quarter of the nineteenth century in various parts of Europe. Rock climbing evolved gradually from an alpine necessity to a distinct athletic activity.

Aid climbing (climbing using equipment that act as artificial hand- or footholds) became popular during the period 1920 - 1960, leading to ascents in the Alps and in Yosemite Valley that were considered impossible without such means. However, climbing techniques, equipment, and ethical considerations have evolved steadily, and today, free climbing (climbing on holds made entirely of natural rock, using gear solely for protection and not for upward movement) is the most popular form of the sport. Free climbing has since been divided into several sub-styles of climbing dependent on belay configuration (described below).

Over time, grading systems have also been created in order to more accurately compare the relative difficulties of climbs.

[edit] Rock climbing basics
See also: Climbing techniques
Rock climbers in Yosemite National Park, USA

At its most basic, rock climbing involves climbing a route with one's own hands and feet and little more than a cushioned bouldering pad in the way of protection. This style of climbing is referred to as bouldering, since the relevant routes are usually found on boulders no more than 10 to 15 feet tall.

As routes get higher off the ground, the increased risk of life-threatening injuries necessitates additional safety measures. A variety of specialized climbing techniques and climbing equipment exists to provide that safety, and climbers will usually work in pairs and utilize a system of ropes and anchors designed to catch falls. Ropes and anchors can be configured differently to suit many styles of climbing, and roped climbing is thus divided into further sub-types that vary based on how their belay systems are set up. The different styles are described in more detail below, but, generally speaking, beginners will start with top roping and/or easy bouldering, and work their way up to lead climbing and beyond.

[edit] Tips for spotting

* Communication- Both spotter and climber need clarity. Never assume that you're spotted, always check before you start climbing.
* Pad arrangement- Bouldereers can roll ankles on poorly placed pads, so watch for aps, tangle-pronge straps, sharp objects, and uneven landing zones.
* Spotter's stance- Have the mindset that as a spotter, you have the climber's life in your hands. Stand closely behind the climber with your elbows crooked and hands by his waist. Put your dominant foot forward and slightly bend your knees. Discern where the climber might fall, and be ready to move quickly.

[edit] Top-roping

In top-roping, an anchor is set up at the summit of a route prior to the start of a climb. Rope is run through the anchor; one end attaches to the climber and the other to the belayer, who keeps the rope taut during the climb and prevents long falls. At the point where the rope is attached to the anchor, a device that causes extra friction is often used to reduce the overall strain on the system in the event of a fall.

[edit] Lead climbing

In lead climbing, one person, called the "leader", will climb from the ground up with rope directly attached (and not through a top anchor) while the other, called the "second", belays the leader. Because the climbing rope is of a fixed length, the leader can only climb a certain distance. Thus longer routes are broken up into several "pitches". At the top of a pitch, the leader sets up an anchor, and then belays the "second" up to the anchor. Once both are at the anchor, the leader begins climbing the next pitch and so on until they reach the top.

In either case, upon completion of a route, climbers can walk back down (if an alternate descent path exists) or rappel (abseil) down with the rope.

[edit] Grading systems

Climbing communities in many countries and regions have developed their own rating systems for routes. Ratings (or "grades") record and communicate consensus appraisals of difficulty. (Hence, there may be occasional disagreements arising from physiological or stylistic differences among climbers.) The ratings take into account multiple factors affecting a route, such as the slope of the ascent, the quantity and quality of available handholds, the distance between holds, and whether advanced technical maneuvers are required. Though acrophobia (the fear of heights) may affect certain climbers, the height of a route is generally not considered a factor in its difficulty rating.

[edit] Climbing environments

Climbs can occur either outdoors on varying types of rock or indoors on specialized climbing walls. Outdoors, climbs usually take place on sunny days when the holds are dry and provide the best grip, but climbers can also attempt to climb at night or in adverse weather conditions if they have the proper training and equipment. However, night climbing or climbing in adverse weather conditions will increase the difficulty and danger on any climbing route.

[edit] Styles of rock climbing
Top roping Balthazar (12), in the Morialta Conservation Park near Adelaide, South Australia. Top roping is the most accessible style of climbing for beginners.
Main article: Climbing styles

Most of the climbing done in modern times is considered free climbing -- climbing using one's own physical strength with equipment used solely as protection and not as support -- as opposed to aid climbing, the gear-dependent form of climbing that was dominant in the sport's earlier days. Free climbing is typically divided into several styles that differ from one another depending on the equipment used and the configurations of their belay, rope, and anchor systems (or the lack thereof).

* Aid Climbing is still the most popular method of climbing big walls. Progress is accomplished by repeatedly placing and weighting gear.

* Traditional climbing - Traditional or Trad Climbing involves rock climbing routes that do not have permanent anchors placed to help climbers when ascending.

* Sport Climbing - Unlike Traditional Rock Climbing, Sport Climbing involves the use of protection or permanent anchors which are attached to the rock walls.

* Bouldering is climbing on short, low routes without the use of the safety rope that is typical of most other styles. Protection, if used at all, typically consists of a cushioned bouldering pad below the route and/or a spotter, a person that watches from below and directs the fall of the climber away from hazardous areas. Bouldering may be an arena for intense and relatively safe competition, resulting in exceptionally high difficulty standards.

* Free climbing the most commonly used method to ascend climbs refers to climbs where the climber's own physical strength and skill are relied on to accomplish the climb. Free climbing may rely on top rope belay systems, or on lead climbing to establish protection and the belay stations. Anchors, ropes, and protection are used to back up the climber and are passive as opposed to active ascending aids. Subtypes of free climbing are trad climbing and sport climbing. Free climbing is generally done as "clean lead" meaning no pitons or pins are used as protection.[2]

* Free soloing (not to be confused with free climbing) is single-person climbing without the use of any rope or protection system whatsoever. If a fall occurs and the climber is not over water (as in the case of deep water soloing), the climber is likely to be killed or seriously injured. Though technically similar to bouldering, free solo climbing typically refers to routes that are far taller and/or far more lethal than bouldering.

* Indoor Climbing - With indoor rock climbing you can train year round and improve your climbing skills and techniques. Indoor climbing is great for beginners because it gives you an idea of what it's like to climb actual rocks outdoors.

* Scrambling - Scrambling basically uses hands and feet, of course, when going up ridges, rock faces, or buttresses. Its main feature is the freedom it offers from the use of the different pieces of climbing equipment.

* Deep Water Soloing - Having to climb a rock and fall on deep water sets it apart from the other styles.

* Mixed climbing is a combination of ice and rock climbing, often involving specialized ice climbing slippers and specialized ice tools.

* Rope soloing is solo climbing with a rope secured at the beginning of the climb allowing a climber to self-belay as they advance. Once the pitch is completed the soloist must descend their rope to clean their gear and reclimb the pitch. This form of climbing can be conducted free or as a form of aid climbing.

* Simul climbing is when two climbers move at the same time. The pseudo-lead climber places gear that the pseudo-follower collects. When the leader runs low on gear they construct a belay station where the follower can join them to exchange gear. The stronger climber is often the pseudo-follower since a fall by the follower would pull the leader from below towards the last piece of gear. A potential devastating fall for the leader. In contrast the a fall from the leader would pull the follower from above, resulting in a less serious fall. Most speed ascents involve some form of simul climbing but may also include sections of standard free climbing and the use of placed gear for advancement (i.e. partial aid or pulling on gear).

* Top roping is climbing with the protection of a rope that's already suspended through an anchor (or also known as a "Top Rope System") at the top of a route. A belayer controls the rope, keeping it taut, and prevents long falls. Most Indoor climbing or "gym climbing" is top roping on indoor purpose-made climbing walls although it's also common to boulder and sport climb indoors. Gym climbing is used as training for outside climbing, but some climb indoors exclusively. Due to its simplicity and reduced risk, most beginners are introduced to climbing through top-roping.

[edit] Criticism of rock climbing

Cultural

Some areas that are popular for climbing are also sacred places for indigenous peoples. Many such indigenous people would prefer that climbers not climb these sacred places and have made this information well known to climbers. A well known example is the rock formation that Americans have named Devils Tower National Monument[3]. Native American cultural concerns also led to complete climbing closures at Cave Rock, Lake Tahoe[4], Monument Valley & Canyon de Chelly[5].

Climbing activities can sometimes encroach on rock art sites created by various Native American cultures and early European explorers and settlers. The potential threat to these resources has led to climbing restrictions and closures in places like Hueco Tanks, Texas[6] and City of Rocks, Idaho[7].

Environmental

Although many climbers adhere to "minimal impact" and "leave no trace" practices, rock climbing is sometimes damaging to the environment. Common environmental damages include: soil erosion, chalk accumulation, litter, abandoned bolts and ropes, human excrement, introduction of foreign plants through seeds on shoes and clothing, and damage to native plant species, especially those growing in cracks and on ledges as these are often intentionally removed during new route development through a process commonly referred to as cleaning.

Clean climbing is a style of rock climbing which seeks to minimize some of the aesthetically damaging side effects of some techniques used in trad climbing and more often, aid climbing by avoiding using equipment such as pitons, which damage rock.

Climbing can also interfere with raptor nesting, since the two activities often take place on the same precipitous cliffs. Many climbing area land managers institute nesting season closures of cliffs known to be used by protected birds of prey like eagles, falcons and osprey[8].

Many non-climbers also object to the appearance of climbing chalk marks, anchors, bolts and slings on visible cliffs. Since these features are small, visual impacts can be mitigated through the selection of neutral, rock-matching colors for bolt hangers, webbing and chalk.

Vandalism

Vandalism created by non-climbers is often mistakenly attributed to the climbing population, driving the implementation of new climbing restrictions[9].

The most significant form of vandalism directly attributable to rock climbers is alteration of the climbing surface to render it more climber-friendly and/or safe.

With the advent of hard, bolted sport climbing in the 1980s, many routes were "chipped" and "glued" to provide additional features, allowing them to be climbed at the standard of the day. This attitude quickly changed as the safer sport climbing technique allowed climbers to push hard without much risk, causing the formerly more-or-less fixed grades to steadily rise. Altering routes began to be seen as limiting and pointless.

Unlike trad climbing which generally uses protection only as a back up in case of falls, some forms of climbing--like sport climbing, canyoneering or, especially, aid climbing--rely heavily on artificial protection to advance, either by frequent falls or by directly pulling on the gear. Often these types of climbing involve multiple drilled holes in which to place bolts, but in recent years an emphasis on clean techniques has grown.

Today, the charge of vandalism in climbing is more often a disagreement about the appropriateness of drilling and placing permanent bolts and other anchors. Typically in America, the first ascensionists decide where to place protection on a new route, and later climbers are supposed to live with these choices. This can cause friction and retro-bolting when the route is perceived to be dangerous to climbers who actually lead at the grade of the climb, since the first ascensionists often lead at a higher grade and therefore don't require as much protection. Failing to properly design a new route at its grade is considered arrogant and very poor form. Even in strongholds of rock-climbing tradition like Yosemite National Park, many routes are being gradually upgraded to safer standards of protection.

Another form of vandalism in rock climbing is pulling existing bolts and anchors. This often happens after retro-bolting occurs. Many climbers feel that if the route has been done without the benefit of protection, it should stay that way. However this argument only holds water when the first ascensionists were climbing at the limit of their skill--as in Yosemite's infamous test-piece, the Bachar-Yerian. In the case of first ascensionists failing to install adequate protection because the new route is below their leading standard and they didn't require it themselves, this attitude is harder to justify.

Trespassing

Many significant rock outcrops exist on private land. The rock climbing community has been guilty of trespassing in many cases, often after land ownership transfers and previous access permission is withdrawn. In response to access closures, the climbing community organized and a group formed to correct problems and represent climber interests.

The Access Fund is an "advocacy organization that keeps U.S. climbing areas open and conserves the climbing environment...Five core programs support the mission on national and local levels: public policy, stewardship and conservation (including grants), grassroots activism, climber education, and land acquisition

Selasa, 19 Mei 2009

Materi SKU Untuki tingkatan Penegak Bantara

BUKU PEDOMAN MATERI
SYARAT – SYARAT KECAKAPAN UMUM
(SKU)









BAGI CALON PENEGAK BANTARA
GUDEP 03085 – 03086
AMBALAN MOCH HATTA – CUT NYAK DIEN
PANGKALAN SMK N 1 TASIKMALAYA
Jalan Mancogeh No. 26 Tlp/Fax (0265)331359
TASIKMALAYA



TRI SATYA
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh :
 Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan menjalankan Pancasila.
 Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat.
 Menepati Dasa Darma.

DASA DARMA PRAMUKA
Pramuka itu :
1 Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2 Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
3 Patriot yang sopan dan kesatria.
4 Patuh dan suka bermusyawarah.
5 Rela menolong dan tabah.
6 Rajin terampil dan gembira.
7 Hemat, cermat, dan bersahaja.
8 Disiplin, berani, dan setia.
9 Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.
10 Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.

BUTIR-BUTIR TRI SATYA (38 BUTIR)

1 Kewajiban terhadap Tuhan Yang Maha Esa
a. Percaya bahwa Tuhan itu ada.
b. Rajin mendatangi ceramah-ceramah Agama.
c. Bertaqwa.
d. Menolong Yatim Piatu.
e. Tidak sombong.
f. Bersedia memaafkan orang lain.
g. Mengakui kesalahan.
h. Suka menolong.
i. Menghormati orang lain.

2 Kewajiban terhadap Negara Kesatuan RI
a. Melaksanakan Pancasila.
b. Mentaati peraturan.
c. Mempelajari UU 1945.
d. Mengetahui susuna pemerintahan.
e. Hapal lagu-lagu Nasional.
f. Menghormati orang lain.
g. Sopan santun.
h. Mengetahui hari – hari Nasional.

3 Kewajiban melaksanakan Pancasila.
a. Mengetahui bahwa Pancasila adalah dasar Negara.
b. Melaksanakan isi Pancasila.
c. Percaya dan Taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
d. Ikut menjaga persatuan.
e. Memperingati hari kesaktian Pancasila.
f. Suka bergotong royong.

4 Kewajiban menolong sesama hidup.
a. Menghormati orang lain.
b. Membantu orang lemah.
c. Menolong orang yang memerlukan pertolongan.
d. Menengok sesama teman yang sakit.
e. Mengembalikan barang yang hilang atau tertinggal.
f. Mentaati kedisiplinan.
g. Menjaga nama baik orang lain.
h. Memberi pertolongan kepada Pakir Miskin.

5 Kewajiban ikut serta membangun masyarakat.
a. Belajar dengan tekun.
b. Aktif mengikuti kegiatan dimasyarakat.
c. Senang bergotong royong.
d. Menjaga kebersihan lingkungan.
e. Senang memberi pertolongan.
f. Ikut memajukan kebudayaan.
g. Bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukan.

BUTIR – BUTIR DASA DARMA

1 Taqwa Terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Taqwa = menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya.

2 Cinta Alam dan Kasih Sayang sesama manusia.
• Melestarikan Alam, baik dengan jalan memelihara cagar alam, ataupun Suaka marga satwa.
• Saling mendayagunakan dan memanfaatkan Sumber Daya Alam dengan sebaik – baiknya.
• Saling mencintai, bahwa manusia itu dikodratkan oleh Alloh ( Sang Pendipta ) yang merupakan mahluk pribadi dan social.

3 Patriot yang sopan dan kesatria
• Patriot = Pembela Tanah Air.
• Kesatria = Prajurit yang Gagah Berani.

4 Patuh dan suka bermusyawarah
• Patuh = menjalankan dan melaksanakan keputusan musyawarah.
• Musyawarah = mengambil keputusan secara tukar pikiran dan akal sehat untuk mencapai mufakat.
5 Rela menolong dna Tabah
• Rela = Ikhlas dalam menolong.
• Tabah = Sabar, yaitu bahwa seorang manusia tetap berpendirian dalam menghadapi cobaan.

6 Rajin, Terampil, dan Gembira
Bahwa setiap orang suka bekerja dan suka belajar, ini dinamakan Rajin.
• Trampil = Berusaha mengerjakan pekerjaan tanpa bantuan orang lain.
• Gembira = Pramuka itu harus periang

7 Hemat, Cermat, dan Bersahaja
• Hemat = Tidak boros.
• Cermat = Teliti.
• Bersahaja = Selalu bersopan santun.

8 Disiplin, Berani, dan Setia
• Disiplin = Taat atau patuh terhadap peraturan yang berlaku.
• Berani = Bahwa seorang Pramuka tidak takut menghadapi sesuatu hal.
• Setia = Seorang Pramuka itu tegar hati atau tetap pada pendirian sendiri.

9 Bertanggung jawab dan Dapat dipercaya
• Bertanggung jawab = Seorang Pramuka harus tetap siap dan penuh keyakinan diri sendiri bahwa ia sanggup percaya diri dan dapat dipercaya.

10 Suci dalam Pikiran, Perkataan, dan Perbuatan
• Seorang Pramuka harus bersih, daik perkataan dan perbuatan.
• Seorang Pramuka tidak boleh berbohong atau berdusta.


BUTIR – BUTIR SYARAT – SYARAT KECAKAPAN UMUM (SKU)

SKU Nomor. 1
Rajin dan aktif mengikuti pertemuan – pertemuan ambalan penegak.

SKU Nomor. 2
Telah mempelajari dan menyetujui Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka
Terdapat enam ( 6 ) BAB dan dua puluh lima ( 25 ) pasal, yaitu :
BAB I : Pasal 1 = Tentang Nama dan Tempat.
Perkumpulan ini Gerakan Pendidikan Kepanduan Praja Muda Karana. Gerakan Pramuka ini berkedudukan di Cibubur – Jakarta.
Pasal 2 = Tentang Waktu.
Ditentukan dan ditetapkan dengan Kepres RI No. 236 tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 sebagai kelanjutan dan pembaharuan dari Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia. Pramuka lahir pada tanggal 14-8-1961
Pasal 3 = Tentang Azas dan Dasar.
Gerakan Pramuka ini berdasarkan azas Pancasila dan UUD 1945.

BAB II : Pasal 4 = Tentang Maksud.
Gerakan Pramuka didirikan dengan maksud memberi wadah pembinaan Generasi Muda yang mengunakan prinsip dan metode pendidikan dasar kepanduan.
Pasal 5 = Tentang Tujuan.
Pasal 6 = Tentang Sifat.
Pasal 7 = Tentang Usaha mencapai Tujuan kesukarelaan.

BAB III : Pasal 8 = Tentang Organisasi.
Pasal 9 = Tentang Anggota.
Pasal 10 = Tentang Pramuka Tertinggi.
Pasal 11 = Tentang Pimpinan.
Pasal 12 = Tentang Bimbingan.

BAB IV : Pasal 13 = Tentang Musyawarah.
Pasal 14 = Tentang Reperendum.
Pasal 15 = Tentang Pendapatan.

BAB V : Pasal 16 = Tentang Kode Kehormatan.
Kode kehormatan Pramuka adalah Try Satya dan Dasa Darma.
Pasal 17 = Tentang Lambang.
Pasal 18 = Tentang Bendera.
Bendera Pramuka bentuknya empat persegi panjang, dengan ukuran 4 : 3, warna dasar putih ditengah merah dan dibawah ada garis merah sepanjang bendera.
Pasal 19 = Tentang Panji.
Panji Gerakan Pramuka (Kepanduan) Nasional Yang dianugrahkan oleh Presiden RI.
Pasal 20 = Hymne.
Pasal 21 = Tentang Pakaian seragam dan tanda – tanda pengenal.

BAB VI : Pasal 22 = Tentang AD dan ART Gerakan Pramuka.
Pasal 23 = Tentang Pembubaran.
Gerakan Pramuka dibubarkan oleh MUNAS. MUNAS diusulkan sekurang – kurangnya 2 atau 3 yang hadir. MUNAS membicarakan usul pembubaran Pramuka tidak syah jika oleh utusan kurang dari 2 atau 3 jumlah daerahnya. Usul pembubaran Gerakan Pramuka diterima oleh MUNAS jika disetujui dengan bulat.
Pasal 24 = Tentang Perubahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka.
Pembubaran Anggaran Dasar diterima oleh MUNAS dan jika disetujui oleh 2 atau 3 dari jumlah yang hadir.
Pasal 25 = Tentang Penutup.
Anggaran ini ditetapkan oleh MUNAS.

SKU Nomor. 3
Menerti dan bersungguh – sungguh Mengamalkan Dasa Darma dan Try Satya dalam kehidupan sehari – hari.

SKU Nomor. 4
Dapat memberi salam Pramuka dan Tahu maksuda dan Penggunaannya.

Salam
Salam Pramuka adalah perwujudan, penghargaan, dan penghormatan dari seseorang kepada orang lain atas dasar susila yang sesuai dengan kepribadian Bangsa Indonesia.
Salam dibagi menjadi tiga bagian, yaitu :
1 Salam Biasa adalah salam yang Digunakan untuk menghormat kepada seseorang yang sederajat atau umurnya sama.
2 Salam Hormat adalah salam yang Digunakan untuk menghormati yang lebih dari kita, baik umurnya maupun pangkatnya. Dan apabila ketika menghormat bendera.
3 Salam Janji adalah salam yang Digunakan apabila kita mengucapkan janji.

Janji Pramuka
Janji Pramuka adalah Try Satya dan Dasa Darma.

Cara Mengucapkan Salam
 Dengan lisan, contohnya mengucapkan “Assalamu’alaikum”
 Dengan isarat, contohnya ada 4 macam yaitu :
 Dengan dua jari, artinya Dwi Darma.
 Dengan tiga jari, artinya Try Satya.
 Dengan sepuluh jari, artinya Dasa Darma.

SKU Nomor. 5
Tahu Struktur Organisasi Gerakan Pramuka dan Dewan Kerja Penegak dan Pandega.

SKU Nomor. 6
Tanda – tanda pengenal dalam Gerakan Pramuka.

Tanda – Tanda Pengenal Dalam Gerakan Pramuka
Maksud tanda pengenal dalam gerakan Pramuka adalah mempermudah mengenal seseorang dengan cepat sebagai anggota.

Tujuan
1 Menanamkan kesadaran kepada anggota Gerakan Pramuka akan kewajiban untuk menjaga nama baik, Gerakan Pramuka, dan Gerakan Pramuka Sedunia.
2 Mendorong anggota Gerakan Pramuka untuk bersikap dan berbuat sesuai dengan Darma dan Satya Pramuka.
3 Mengamalkan pengetahuan sebagai anggota Pramuka serta mengamalkan kecakapan.

Tanda – Tanda Pengenal itu Antara Lain :
1 Topi
 Arti sebenarnya adalah Melinsungi dari panas dan hujan.
 Arti kiasannya adalah Bahwa seorang Pramuka dituntut untuk melindungi segenap Bangsa dan Negara dari segala ancaman.


2 Duk atau Kacu
Kacu berbentuk segitiga
 Arti kiasannya adalah Menunjukan bahwa Pramuka menjalin hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan Alloh.
 Ujung kacu sebelah kanan, artinya adalah hubungan manusia dengan manusia.
 Ujung kacu sebelah kiri, artinya adalah hubungan manusia dengan alam.
 Ujung kacu sebelah atas, artinya adalah hubungan manusia dengan Allih

3 Peluit dan Tali peluit
Tali peluit melintang artinya menunjukan bahwa kepulauan Indonesia terletak digaris katulistiwa.

4 Tanda Pelantika
Disimpan disebelah kiri, artinya bahwa orang itu siap untuk dilantik dan diuji.

5 Kelopak bahu
 Disimpan dipundak, artinya karena Pramuka itu diberi tanggung jawab yang sangat besat.
 Berwarna hijau pada kelopak bahu, artinya melambangkan bahwa seseorang masih memerlukan bimbingan yang lebih tinggi.
 Dua Tunas Kelapa pada kelopak bahu yang bertolak belakang, artinya melambangkan bahwa Organisasi yang beranggotakan putra dan putri yang memerlukan bimbingan dan dibatasi norma – norma.
 Dintang satu menempel pada kelopak bahu diatas tunas kelapa, artinya bahwa seorang Pramuka berke-Tuhan-an Yang Maha Esa.

6 Gudep
Gudep adalah kesatuan kombinasi yang bertugas paling depan yang langsung manghadapi tantangan dan rintangan.

7 Ambalan
Yang dilambangkan pada Ambalan tersebut seperti bet ambalan.

8 Lencana
Diletakan disebelah kiri, artinya dahwa selama jantung masih berdetak Pramuka masih tetap ada.

9 Emlim
 Emlim adalah sebagai pelengkap penegak Bantara yang berwarna kuning.
 Warna kuning artinya seorang penegak itu sudan menginjak dewasa tetapi belum bisa berdiri sendiri dan masih memerlukan bimbingan dari Pembina.

10 Dastring
 Arti sebenarnya adalah untuk menyatukan dua buah kacu.
 Arti kiasannya adalah Pramuka tiu harus mempersatukan bangsa Indonesi yang terdiri dari beberapa suku.
11 Tanda Pandu Sedunia
 Untuk putra bergambar Bunga Erow.
 Untuk putri bergambar Bunga Lili.
 Kedua lambang itu adalah lambang yang dipakai untuk lambang pandu di Indonesia.

12 Pakaian
 Celana warna coklat tua, artinya tak mudah kotor atau bahwa Pramuka harus cinta tanah air.
 Baju warna coklat muda melambangkan padi yang sedang mengguning.

SKU Nomor. 7
Tahu arti lambang Gerakan Pramuka.

Lambang Gerakan Pramuka
Lambang Gerakan Pramuka adalah Tunas Kelapa atau laki bakal.

Pemakaian Lambang
Dilambangkan dengan tunas Kelapa atau Laki Bakal karena pohon kelapa itu dapat tumbuh subur dan menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan lingkungan maupun dan banyak fungsi degunaan yang dapat dimanfaatkan dari mulai daun sampai akarnya.
Arti Kiasannya adalah Bahwa seorang anggota Gerakan Pramuka larus dapat menyesuaikan diri dapat diminta bantuannya oleh masyarakat bila diperlukan, contoh :
 Pohon kelapa menjulang tinggi, artinya Pramuka itu mempunyai cita – cita yang tinggi.
 Pohon kelpa tumbuh subur dan batangnya sama besar, artinya Pramuka itu mempunyai pendirian yang kuat, teguh, tetap tidak tergoyahkan dan teguh pendirian pada kode etik.

SKU Nomor. 8
Tahu Arti Pncasila

Pancasila
Pancasila adalah merupakan sumber hokum tertulis yang merupakan ciri khas Bangsa Indonesia. Pancasil memiliki beberapa arti, diantaranya :
1 Pancasila sebagai Dasar Negara, yaitu Pancasila dijadikan dasar untuk mengolah dan mengatur Negara.
2 Pancasila sebagai pandangan hidup Bangsa, yaitu sikap mental tingkah laku atau perbautan Bangsa Indonesia harus sesuai dengan Pancasila dan memancarkan Pancasila.
3 Pancasila sebagai kepribadian Bangsa, yaitu pencerminan tingkah laku atau perbuatan Bangsa Indonesia harus sesuai dan mempunyai cirri khas tertentu.
Pancasila Jaman Sriwijaya
Nama Pancasila Jaman Sriwijaya dikenal dengan nama Panca Kromo, yang berarti :
1 Jangan mencuri,
2 Jangan mabuk,
3 Jangan melakukan kekerasan,
4 Jangan berbohong,
5 Jangan mabuk.

Alasan Pancasila ada di Indonesia
 Merupakan kepribadian Bangsa,
 Merupakan Perjuangan Bangsa,
 Merupakan Cita – cita Bangsa.

Istilah Pancasila
Ir Soekarno dan Moh Yamin dikenal sebagai pencetus Pancasila. Pancasila lahir pada tanggal 1 Juli 1945 dari Ir Soekarno, arti Pancasila menurut Soekarno adalah Lima Laku Utama.

Sumber Hukum di Indonesia
 UUD 1945,
 Dekrit Presiden 5 Juli 1959
 Pem UUD 1945,
 SUPERSEMAR 11 Maret.
Alasan Pancasila ada di Indonesia, karena Pancasila merupakan cirri khas Bangsa Indonesia.

Makna Pancasila
Makna yang terkandung dalam tiap butir Pancasila, yaitu :
 Taqwa Terhadap Tuhan Yang Maha Esa,
 Toleransi Antar Umat,
 Iman Terhadap Tuhan Yang Maha Esa,
 Gotong royong dan Kekeluargaan.

SKU Nomor. 9

Tahu sejarah dan arti kiasan warna – warna bendera kebangsaan Indonesia, serta dapat mengibarkan dan menurunkan dalam Upacara Bendera.

Sejarah Bendera
Pada masa kerajaan Majapahit, Bendera dilambangkan dengan berpisah, yaitu :
 Warna Merah berarti berani, dilambangkan dengan Bubur Merah yang melambangkan darah. Dikiaskan pada waktu Bangsa Indonesia melawan Penjajah.
 Warna Putih berarti suci, dilambangkan dengan makanan, Bubur Putih yang melambangkan getah. Mengkiaskan perjuangan Bangsa Indonesia melawan dengan hati yang suci.



Bendera Pertama
Bendera yang pertama dibuat oleh Istri Ir Soekarno yaitu Ibu Fatmawati (dengan cara dijahit oleh tangan). Bendera Pusaka itu dikibarkan oleh Latip Hendra Diningrat dan Suhud.
Teks Proklamasi yang Otentik diketik oleh Sayuti Helik. Teks Proklamasi ini dibacakan di Jl. Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta dikediaman Ir Soekarno dan dibacakan dengan rencana pukul 10 pagi tanggal 17 Agustus 1945, yang kemudian dibacakan setelah lewat 15 menit yaitu pukul 10.15 hari jum’at.
Pada tanggal 18 Agustus 1945 terjadi siding PPKI yaitu kelanjutan BPUPKI (di bentu tanggal 1 Maret 1945) yang dietua oelh Drs Rajmin Widiodiningrat, dan Wakilnya adalah R. E Suroso. Sidang BPUPKI menghasilkan Piagam Jakarta yaitu rumusan Pancasila, yang sila pertamanya berbunyi “ketuhanan dengan menjalankan syari’at – syari’at Islam bagi pemeluk – pemeluknya.
PPKI dibentuk pada tanggal 9 Agustus 1945.

Hasil rapat pada tanggal 18 Agustus 1945 yaitu :
 Perubahan sila 1 menjdi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.
 Pada Pasal 6 BAB III UUD 1945 yang berbunyi Presiden adalah Orang Indonesia asli dan beragama Islam (ayat 1).

SKU Nomor. 10
Dapat dengan hapal menyanyikan Lagu Indonesia Raya bait pertama di muka orang banyak, dan tahu sikap yang harus dilakukan jika lagu Kebangsaan diperdengarkan atau dinyanyikan pada suatu upacara.

Pencipta Lagu Indonesia Raya
Pencipta Lagu Kebangsaan Indonesia Raya adalah W. R. Supratman. Lagu ini adalah hasil ubahannya. Lagu ini sebanyak 5 bait ketukan dimulai pada ketukan ke 4 dengan matra ¼. Lagu Indonesia Raya pertama kali dinyanyikan pada waktu sumpah pemuda tanggal 28 Oktober 1928 dan disetujui sebagai Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

SKU Nomor. 11
Tahu Arti Lambang Negara Republik Indonesia

Lambang dan Arti
Lambang Negara Indonesia adalah Garuda Pancasila yang dilambangkan dengan burung garuda, karena :
• Perisai
Penyerangan Bangsa Indonesia dalam menghadapi peperangan melawan penjajah
• Bulu Burung Garuda
Lambang Proklamasi Kemerdekaan Republi Indonesia, yaitu :
 Bulu sayap 17, kiasan dari tanggal Proklamasi yaitu tanggal 17.
 Bulu ekor 8, kiasan dari bulan Proklamasi, yaitu Bulan 8 (Agustus).
 Bulu bawah prisai 19, kiasan dari tahun Proklamasi 19.
 Bulu leher 45, kiasan dari tahun Proklamasi 45.
Dari kiasan tersebut disimpulkan bahwa Indonesi alahir tanggal 17 – 8 – 1945.


• Dasar warna hitam
Lambang masa kegelapan bangsa Indonesia pada masa penjajahan.

• Warna dasar
 Merah di kiri atas dan kiri bawah.
 Putih di kanan atas dan kanan bawah.
Dari lambang Bangsa Indonesia yang terpampang dalam Prisai, terpampang pula lambang dasai Negara kita, Pancasila.

Arti Lambang dan Prisai
• Dasar warna hitam
Artinya bahwa Bangsa Indonesia pernah mengalami masa kegelapan pada jaman penjajahan.

• Warna bintang keemasan
Artinya bahwa Bangsa Indonesia pada waktu sekatang menuju pada masa kemenangan atau masa terang.

• Dengan bintang
Artinya bahwa Bangsa Indonesia yang berke - Tuhanan Yang Maha Esa, dan mempunyai cita - cita yang tinggi. Sebagai sila pertama mampu menyinari sila – sila yang lainnya.
• Rantai bulat dan persegi
Artinya semangat persatuan dalam pembangunan antara pria dan wanita.
• Pohon beringin
 Arti sebenarnya adalah tempat berteduh dari terik matahari dan hujan.
 Arti kiasannya adalah pada persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia harus kokoh dan kuat seperti pohon beringin. Dalam menghadapi serangan dari luar dan dari dalam, persatuanlah yang melindungi.
• Kepala banteng
Sejarahnya dilambangkan dengan kepala banteng, karena diambil dari lambang yang dipakai Ir Soekarno untuk lambang PNI sebagai symbol perkumpulan tersebut, artinya kerakyatan atau demokrasi. Bangsa Indonesia harus gagah berani dalam membela hak dan kebenaran untuk menegakan keadilan dan kesejahtraan rakyat.

• Padi dan kapas
Artinya bahwa tanah air Indonesia adalah tanah air yang subur. Bangsa Indonesia tidak akan kekurangan sandang maupun pangan dalam mencapai masyarakat adil dan makmur, yang berdasarkan Pancasila.
Lambang Negara Indonesia diresmikan tanggal 17 Agustus 1945; berdasarkan Peraturan Pmbangunan No. 66 Tahun 1951

SKU Nomor. 13
Tahu Arti dan Sejarah Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda
Sumpah pemuda dicetuskan pada tanggal 28 Oktober 1928 yang dicetuskan oleh
 Koncaro.
 Moh Yamin.
 Wongso Negoro.
 Pelopor Organisasi Budi Utomo.
Sebelumnya berdiri Tri Korodarmo yang didirikan oleh Doktor Sagiman, kemudian berubah namanya menjadi Jong Java yang didirikan di Jakarta.

Para tokoh yang mendirikan Budi Utomo :
 Sutomo .
 Gunawan Mangun Kusumo.
 Cipto Mangun Kusumo.
DR Wahidin Sudirohusudo adalah pendorong ketiganya beliau adalah Guru mereka.

SKU Nomor. 14
Tahu perjuangan Bangsa Indonesia dan Rencana Pmbangunan Pemerintah

Perjuangan
Perjuangan Bangsa Indonesia digolongkan menjadi dua golongan., yaitu :
 Perjuangan secara fisik.
 Perjuangan secara diplomasi (melalui meja perundingan).

Ciri –ciri perjuangan sebelum periode 1928
 Bersifat kedaulatan
 Tidak malalui organisasi tertentu
 Tergantung kepada seorang pemimpin
 Tujuan belum jelas

Perjuangan sesudah 1928
 Bersifat Nasional
 Melalui organisasi tertentu
 Tidak tergantung pada seorang pemimpin
 Tujuan sudah jelas

Rencana Pembangunan
Membangun masyarakat Bangsa Indonesia seluruhnya dan Bangsa Indonesia seutuhnya, dan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila danUUD 1945.

Latar Belakang
Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia dan merupakan pandangan hidup dalam berbangsa dan bernegara. Dan Pancasila adalah cirri khas Bangsa Indonesia.

BPUPKI
Tujuan BPUPKI adalah menyelenggarakan pemeriksaan tentang rencangan dan penenyelidikan yang berhubungan dengan usaha mendirikan Negara Indonesia baru. BPUPKI diresmikan tanggal 28 Mei 1945.

SKU Nomor. 15
Tahu susunan pemerintahan Republik Indonesia dari pusat

Kepala Di Wilayah
Kepala Negara / Pemerintah : Presiden
Kepala DT I / Propinsi : Gubernur
Kepala DT II / Kabupaten : Bupati
Kepala Kecamatan : Camat
Kepala Desa / Kelurahan : Kades / Lurah
Kepala Dusun / RW : Kadus / Ketua RW
Kepala RT : ketua RT


Susunan Pemerintahan


Jiwa dan Pandangan Hidup Bangsa (Pancasila)




Pemb UUD 1945




UUD 1945




MPR




MA BPK DPR PRESIDEN DPA



SKU Nomor. 16
Dapat Berbaris

SKU Nomor. 17
Selalu berpakaian rapi, memelihara kesehatan badan, dan memelihara kebersihan lingkungan


SKU Nomor. 18
Tahu pentingnya bahan – bahan makanan yang bernilai gizi dan dapat memasak di perkemahan sedikitnya untuk lima orang.


Makanan dan Minuman Yang Bergizi
Makanan bergizi artinya adalah makanan yang memenuhi apa yang diperlukan oleh tubuh kita.
Makanan atau minuman sehat adalah makanan atau miniman yang mengandung zat – zat yang diperlukan oleh tubuh dan tidak mengandung zat yang dapat meracuni tubuh.

Cara –cara atau tingkat pengolahan makanan yang bergizi :
 Cara menghasilkan makanan
 Cara menyimpan
 Cara memakan makanan

SKU Nomor. 19
Tahu tentang penyakit – penyakit rakyat yang terpenting dan cara – cara pencegahannya

Penyakit yang sering timbul di masyarakat diantaranya :
 Muntaber
 Sakit perut
 Influenza
 Panas

Yang disebut penyakit rakyat :
 Maling
 Mabuk
 Judi, dll

Penyakit menular adalah penyakit yang dapat berpindah dari seorang penderita kepada orang lain.

SKU Nomor. 20
Melakukan salah satu cabang olahraga Atletik atau salah satu cabang olah raga renang.

SKU Nomor. 21
Tahu adapt sopansantun pergaulan Indonesia

SKU Nomor. 22
Memiliki buku tabanas

SKU Nomor. 23
Setia membayar uang iuran kepada gugusdepannya sedapat – dapat dari uang yang diperoleh sendiri dari usaha sendiri

SKU Nomor. 24
Menguasai suatu keterampilan bidang pertanian, industri atau bidang lain yang dipilihnya sendiri tetapi yang dapat diharap kelak akan berguna bagi kehidupan


SKU Nomor. 25
Dapat membaca jam dan dapat membaca kompas
Kompas adalah suatu alat untuk menunjukan suatu arah atau mata angin. Sifat-sifat yang istimewa daripada kompas ialahkemampuan diputar-putar jarumnya akan selalu menunjukan ke arah utara magnit.
Beberapa jenis kompas :
 Kompas Prisma
 Kompas lensa
 Kompas bezart, dan lain-lain
Yang umumnya dselalu digunakan kompas prisma. Kompas prisma adalah suatu kompas yang berputar dalam genangan minyak jernih. Karena minyak jernih inilah kompas itu dapat bekerja dengan tenang dan dapatcepatberhenti. Titik balik atau garis arah dari arah yang kita bidik disebut azimuth yang dinyatakan degan derajat (00), menit (’), dan detik (”). Dengan demikian dapat di simpulkan :
Utara 00
Timur laut 450
Timur 900
Tenggara 1350
Selatan 900
Barat daya 2250
Barat 2700
Barat laut 3150
Utara 3600

SKU Nomor. 26
Sudan pernah berkemah sekurang – kurangnya 4 hari berturut turut

SKU Nomor. 27
Pernah ikut serta kerja bakti gotong royong yang ditugaskan oleh pembinanya

SKU Nomor. 28
Untuk penegak yang beragama Islam
1 Dapat mengucapkan Kalimah Syahadat dan tahu artinya.
2 Mengerti Rukun Iman dan Rukun Islam.
3 Melakukan Sholat berjamaah.
4 Tahu Riwayat Nabi Muhammad SAW.

Rabu, 13 Mei 2009

sejarah lord baden powel


SEJARAH SINGKAT LORD BADEN POWELL


LORD ROBERT BADEN POWELL OF GILWELL LAHIR PADA TANGGAL 22 FEBRUARI 1857 DI LONDON. NAMA SESUNGGUHNYA ADALAH ROBERT STEPHENSON SMYTH, AYAHNYA SEORANG PROFESOR BERNAMA BADEN POWELL, YANG MENINGGAL KETIKA STEPHENSON MASIH KECIL.
PENGALAMAN-PENGALAMAN BADEN POWELL SEJAK KECIL YANG BERPENGARUH PADA ADANYA KEGIATAN KEPRAMUKAAN BANYAK SEKALI DAN CUKUP MENARIK. PENGALAMAN-PENGALAMAN TERSEBUT DITULISNYA DALAM SEBUAH BUKU YANG BERJUDUL “AIDS TO SCOUTING”, YANG SEBENARNYA MEMBERI PETUNJUK KEPADA TENTARA MUDA INGGRIS AGAR DAPAT MELAKUKAN TUGAS PENYELIDIK DENGAN BAIK.
TN. WILLIAM SMYTH SEBAGAI SALAH SEORANG PIMPINAN BOYS BRIGADE DI INGGRIS MINTA AGAR BADEN POWELL MELATIH ANGGOTANYA SESUAI DENGAN CERITA PENGALAMAN BELIAU. MAKA DIPANGGILAH 21 ORANG PEMUDA DARI BOYS BRIGADE DI BEBAGAI WILAYAH INGGRIS, MEREKA DIAJAK BERKEMAH DAN BERLATIH DI PULAU BROWNSEA PADA TANGGAL 25 JULI 1907 SELAMA 8 HARI.
PADA TAHUN 1910, BADEN POWELL MINTA PENSIUN DARI TENTARA DENGAN PANGKAT TERAKHIR LETNAN JENDRAL. BELIAU MENDAPAT TITEL LORD DARI RAJA GEORGE PADA TAHUN 1929. BADEN POWELL MENIKAH DENGAN OLAVE ST.CLAIR SOAMES PADA TAHUN 1912, DAN DIANUGERAHI TIGA ORANG ANAK. BADEN POWELL MENINGGAL PADA TANGGAL 8 JANUARI 1941 DI NYERI, KENYA, AFRIKA.
PADA AWAL TAHUN 1908, BADEN POWELL SELALU MENULIS CERITA PENGALAMANNYA. KUMPULAN TULISANNYA KEMUDIAN TERBIT SEBAGAI BUKU ”SCOUTING FOR BOYS” YANG SEMULA HANYA UNTUK ANAK LAKI-LAKI YANG DISEBUT BOYS SCOUT.
TAK LAMA DARI ITU, DENGAN BANTUAN AGNES, ADIK PEREMPUAN BADEN POWELL DIBENTUKLAH ORGANISASI KEPRAMUKAAN PUTERI YANG DIBERI NAMA GIRL GUIDES YANG KEMUDIAN DITERUSKAN OLEH NY. BADEN POWELL.PADA TAHUN 1916 BERDIRI KELOMPOK PRAMUKA USIA SIAGA YANG BERNAMA CUB (ANAK SERIGALA). TAK LAMA DARI ITU, PADA TAHUN 1918 BADEN POWELL MEMBENTUK ROVER SCOUT UNTUK ANGGOTA PRAMUKA YANG SUDAH LEWAT USIA 17 TAHUN. DAN PADA TAHUN 1922,BADEN POWELL MENERBITKAN BUKU ROVERING TO SUCCESS YANG BERISI PETUNUJUK BAGI PRAMUKA PENEGAK DALAM MENGHADAPI HIDUPNYA.
PADA TAHUN 1920 BADEN POWELL DIANGKAT SEBAGAI BAPAK PANDU SEDUNIA
(CHIEF SCOUT OF THE WORLD) BERSAMAAN DENGAN KEGIATAN JAMBORE SEDUNIA DI ARENA OLYMPIA LONDON.
DEMIKIANLAH SEJARAH SINGKAT BAPAK PANDU SEDUNIA, LORD BADEN POWELL.


DKC KOTA TASIKMALAYA
PERINGATAN 151 TAHUN BADEN POWELL

SURVIVAL

SURVIVAL


Hidup adalah kemampuan teknik seseorang Mei memanfaatkan untuk tak lama bertahan untuk situasi berbahaya (lihat juga bushcraft). Secara umum, teknik ini dimaksudkan adalah untuk menyediakan kebutuhan dasar bagi kehidupan manusia: api, air, makanan, tempat tinggal, habitat, dan kebutuhan untuk berpikir lurus, untuk sinyal untuk membantu, untuk menavigasi aman, untuk menghindari interaksi dengan langu hewan dan tanaman , dan untuk pertama bantuan. Selain itu, keterampilan hidup seringkali ide dasar dan kemampuan manusia purba yang telah digunakan untuk ribuan tahun, sehingga kemampuan ini adalah sebagian dari sebuah sejarah reenactment. Banyak dari keterampilan ini adalah cara untuk menikmati perpanjangan masa waktu di tempat-tempat yang jauh, atau cara untuk berkembang di alam. Beberapa orang menggunakan keterampilan ini untuk lebih menghargai alam dan rekreasi, bukan hanya hidup.

Keterampilan seperti disajikan sebagai berguna dalam situasi seperti badai atau gempa bumi atau di lokasi yang berbahaya seperti gurun, gunung, dan hutan. Setiap situasi atau lokasi yang berbeda adalah kata yang berbeda untuk berbagai macam bahaya - (lihat bahaya dari kegiatan di luar ruangan). Teknik yang paling sesuai untuk situasi yang diusulkan oleh sumber pada topik.


Sumber sekunder pada keterampilan hidup, termasuk yang dihasilkan oleh Amerika Serikat Army [1], dan Boy Pramuka of America (prioritas bagi seorang individu atau kelompok dalam keadaan hidup) [2], merumuskan daftar kebutuhan yang harus dipenuhi agar hidup.

Kebutuhan untuk hidup yang berbeda antara sumber conceptualized; mereka dapat memberikan enam atau tujuh, atau sepuluh "kebutuhan" atau "prioritas." Selain itu, sumber-sumber yang seringkali berbeda mengenai prioritas relatif dari kebutuhan hidup dalam suatu situasi hidup. Beberapa sumber menyatakan mengetahui apa yang tampaknya nyata: bahwa urutan prioritas kebutuhan hidup shift sesuai dengan situasi yang dihadapi segera. [3]

Salah satu konsep disirkulasikan secara luas untuk membantu menentukan prioritas disebut "Peraturan Tiga": [4] yang digunakan suatu perangkat yg membantu ingatan, Tiga Peraturan menyatakan:

1. Manusia tidak dapat bertahan lebih dari tiga jam terkena suhu ekstrim rendah.
2. Manusia tidak dapat bertahan lebih dari tiga hari tanpa air.
3. Manusia tidak dapat bertahan lebih dari tiga hari tanpa makanan.

Peraturan Tiga sering lain dirumuskan dan dilihat oleh komentar sebagai panduan kasar. Aircrew yang dilaporkan berlangsung 8 hari tanpa air di liferaft [5]. Orang yang bertahan hidup tanpa makanan selama lebih dari dua puluh satu hari.

The Boy Pramuka, di samping daftar tujuh prioritas, memanfaatkan sebuah perangkat yg membantu ingatan, "STOP", ke alamat yang mental aspek hidup. "STOP" berarti "Berhenti, Think, Patuhi, Rencana." [6]
Shelter
Airmen dari Angkatan Udara Amerika Serikat membangun sebuah tempat hidup selama Arctic Survival Pelatihan Alaska.

Shelter adalah suatu hal yang melindungi orang dari dia lingkungan, termasuk berbahaya dan panas dingin dan memungkinkan istirahat tidur, manusia lain yang membutuhkan.

Shelter tempat berkisar antara alam seperti gua atau tebal-foliaged pohon, untuk intermediate bentuk buatan manusia seperti tempat sampah atau tempat gua salju, untuk sepenuhnya struktur buatan manusia seperti tarp, tenda, rumah, atau pakaian .

[sunting] Kebakaran
Artikel utama: membuat api

Kemampuan untuk memulai dikontrol api yang dikenal sebagai sumber dalam signifikan untuk meningkatkan kemampuan untuk bertahan. Keterampilan yang diperlukan untuk menyalakan api tanpa korek api atau cocok, misalnya dengan menggunakan batu alam dan baja dengan kawul, yang sering terganggu kedua buku tentang hidup dan hidup dalam kursus. Ada penekanan ditempatkan pada praktek-api sebelum membuat keterampilan venturing ke padang gurun.

Api disajikan sebagai alat memenuhi kebutuhan hidup banyak. Panas yang disediakan oleh api memungkinkan tubuh menjadi tdk, pakaian basah menjadi kering, air ke didesinfeksi, dan makanan untuk dimasak. Untuk tidak dilupakan adalah rasa aman dan memberikan perlindungan. Api Mei menghalangi hewan liar dari campur dengan survivor, atau binatang liar dapat tertarik kepada cahaya dan panas api. Terang emitted oleh asap dan api juga dapat digunakan untuk bekerja di malam hari dan dapat menyelamatkan sinyal unit.

[sunting] Air

J manusia dapat hidup rata-rata tiga hari tanpa air intake, dengan asumsi tingkat ketinggian laut, suhu kamar dan kelembaban relatif baik. [7] Dalam colder atau suhu panas, kebutuhan air yang lebih besar. Kebutuhan akan air juga meningkat dengan olah raga.

J khas orang akan kehilangan 2-3 liter air per hari di bawah kondisi biasa, dan lebih panas, kering, atau cuaca dingin. Empat hingga enam liter air atau cairan lainnya umumnya diperlukan setiap hari di padang gurun untuk menghindari dehidrasi dan agar tubuh berfungsi dengan baik. [7] The US Army hidup manual menyarankan Anda minum air ketika haus. [8] [9] kelompok lain merekomendasikan pendistribusian air melalui "air mata". [10]

Kurangnya air menyebabkan dehidrasi, yang dapat berakibat pada kelesuan, sakit kepala, pusing, kebingungan, dan akhirnya mati. Bahkan dehidrasi ringan dan mengurangi daya tahan impairs konsentrasi yang berbahaya dalam suatu situasi di mana hidup berpikir jelas sangat penting. Kuning coklat gelap atau air seni adalah diagnostik indikator dehidrasi. Untuk menghindari dehidrasi, prioritas tinggi biasanya diberikan ke locating a pasokan air minum dan membuat ketentuan untuk membuat air yang aman sebagai mungkin.

Berbagai sumber dalam hidup sastra, serta forum online dan referensi, daftar cara di mana air dapat dikumpulkan dan diberikan aman untuk konsumsi dalam keadaan hidup, seperti perebusan, penyaringan, bahan kimia, radiasi matahari panas + / SODIS, dan penyulingan . Seperti itu juga sering daftar sumber bahaya, seperti polusi, mikroorganisme, atau pathogens yang mempengaruhi keselamatan backcountry air.

Baru-baru ini adalah pemikiran yang mendidih atau komersial filter sangat aman dari penggunaan bahan kimia, dengan pengecualian khlor dioksida. [11] [12] [13]

Masalah-masalah yang disampaikan oleh kebutuhan air untuk mendikte kehilangan air yang tak perlu dihindari oleh peluh dalam keadaan hidup.

[sunting] Makanan

Kebanyakan komentar diketahui bahwa makanan yang tidak biasanya sangat diperlukan dalam situasi hidup manusia karena dapat bertahan selama beberapa minggu tanpa. Namun, mereka juga diketahui bahwa dalam ekstrim dingin kekurangan makanan dapat berbahaya, dan dalam situasi kelaparan, seperti dehidrasi bertahap, dapat menimbulkan berbagai konsekuensi panjang sebelum menyebabkan kematian, seperti:

* Lekas marah dan semangat rendah
* Kelemahan
* Hilangnya mental kejelasan, misalnya kebingungan, disorientasi, atau miskin penghakiman
* Melemahkan sistem kekebalan
* Meningkatkan kesulitan menjaga suhu tubuh (lihat Heat kelelahan dan Hypothermia)

Komentar banyak membahas pengetahuan, keterampilan, dan peralatan (misalnya bows, snares dan jala) yang diperlukan untuk mengumpulkan makanan hewan liar melalui dalam perangkap binatang, berburu, memancing, dan bagaimana untuk mengumpulkan tanaman pangan untuk menjaga diet seimbang.

Beberapa hidup mempromosikan buku "Universal sifat dpt dimakan Uji" [14]. Diduga, yang bisa membedakan edible dari makanan beracun yang oleh sejumlah progresif eksposur ke kulit dan mulut sebelum proses menelan, dengan masa tunggu dan memeriksa gejala. Namun, banyak tenaga ahli lainnya termasuk Ray Mears dan John Kallas [15] menolak metode ini, yang menyatakan bahwa bahkan sejumlah kecil beberapa "potensi makanan" dapat menyebabkan kegelisahan fisik, penyakit, atau kematian. Tambahan langkah awal yang disebut tes kadang-kadang termasuk untuk mengevaluasi sifat dpt dimakan dari potensi makanan.

Fokus pada hidup sampai rescued oleh pencari disangka, The Boy of America Pramuka khususnya discourages liar untuk makan makanan atas dasar bahwa pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan tidak mungkin dimiliki oleh mereka menemukan dirinya dalam suatu situasi gurun hidup, yang membuat risiko (termasuk penggunaan energi) yang lebih penting dr manfaat. [16]

[sunting] Pertama bantuan

First aid (gurun pertama bantuan khususnya) dapat membantu orang yang hidup dan berfungsi dengan kecelakaan dan penyakit yang lain atau tdk mampu membunuh dia. Umum dan berbahaya cedera termasuk:

* Lacerations, yang mungkin menjadi terinfeksi
* Bites atau stings dari binatang berbisa, seperti ular, kalajengking, spider, lebah, stingrays, ubur-ubur, ikan lele, stargazers, dll
* Bites terkemuka untuk penyakit / darah, seperti: nyamuk, fleas, ticks, ternak, pasir flies, terinfeksi rabies, Komodo, crocodilians, dll
* Infeksi melalui makanan, binatang kontak, atau non-minum air bersih
* Bone fractures
* Sprains, terutama di kaki
* Burns
* Keracunan dari konsumsi, atau kontak dengan racun tanaman atau jamur beracun.
* Hypothermia (terlalu dingin) dan hyperthermia (terlalu panas)
* Serangan Jantung
* Hemorrage

The survivor mungkin perlu menerapkan isi pertama bantuan kit atau, jika memiliki pengetahuan yang diperlukan, terjadi secara alami-tanaman obat, melumpuhkan limbah terluka, atau bahkan sahabat incapacitated transportasi.

[sunting] Navigasi
Kedua gambar yang sama batang pohon di Northern Hemisphere adalah contoh dari daerah fitur navigasi. Sebelah kiri menunjukkan gambar sebelah utara dari trunk, dimana gelap dan lebih lembab mikro kondisi iklim pertumbuhan moss nikmat. Sebelah kanan gambar adalah selatan, dengan kondisi kering dan sunnier, kurang baik untuk pertumbuhan moss.

Hidup kadang-kadang situasi terselesaikan oleh menemukan satu jalan untuk keselamatan, atau mungkin harus bergerak untuk mencari lokasi yang lebih cocok untuk menunggu penyelamatan. Source mengamati yang baik untuk melakukan ini aman memerlukan beberapa peralatan dan kemampuan navigasi. Jenis navigasi termasuk:

* Celestial navigasi, menggunakan matahari dan langit malam yang cerah untuk mencari arah dan mempertahankan selama perjalanan
* Menggunakan peta kompas dan bersama-sama, terutama peta topografi
* "Navigasi oleh pengamatan" dari daerah fitur pada peta atau dikenal
* Menggunakan GPS, jika tersedia

[sunting] Lain-lain keterampilan hidup

Beberapa keterampilan lainnya sering dirujuk sebagai diinginkan atau diperlukan. Termasuk dengan proficiency firearms, pendakian gunung dan teknik, membuat tali dari bahan tersedia, rafts atau membuat perahu, simpul Tying, penggunaan pisau, dan dasar toolmaking. Dari jumlah tersebut, keakraban dengan menggunakan pisau biasanya terpenting sebagai pisau dapat digunakan untuk membangun tempat penampungan, proses-api untuk bahan bangunan, membuat alat-alat kayu, dan untuk pertahanan.

[sunting] Pelatihan

Hidup memiliki banyak komponen pelatihan, mental dan kompetensi kebugaran fisik menjadi dua. Mental kompetensi meliputi keterampilan yang tercantum dalam artikel ini, serta kemampuan untuk mengenal adanya krisis, mengatasi panik, dan berpikir secara jelas. Kebugaran fisik meliputi, antara lain kemampuan, membawa beban lebih lama jarak kasar di daerah. Teori pengetahuan keterampilan hidup hanya berguna jika dapat diterapkan secara efektif di gurun. Hampir semua Survival Skills lingkungan yang spesifik dan memerlukan pelatihan dalam lingkungan tertentu.

Hidup pelatihan dapat dirobohkan dalam tiga jenis, atau sekolah modern gurun Survival, Bushcraft, dan primitif Survival Techniques.

Modern gurun Survival mengajarkan keterampilan yang diperlukan untuk bertahan Jangka Pendek (1 sampai 4 hari) dan Medium-Term (4 sampai 40 hari) situasi hidup. [17]

"Bushcraft" adalah kombinasi dari gurun Modern Survival dan berguna primitif Survival Techniques. Biasanya Splits keterampilan dan akuisisi antara Medium-Term Survival Techniques (4 sampai 40 hari) dan Long-Term Survival Techniques (40 Hari Plus). [18]

Primitif Survival Techniques atau "primitif Hidup" mengajarkan keterampilan hidup perlu melalui Jangka Panjang (40 hari plus). Banyak primitif kemampuan teknologi memerlukan lebih banyak praktek dan lingkungan mungkin lebih spesifik. [19]

Beberapa organisasi menawarkan pelatihan gurun hidup. Tentunya berkisar dari satu hari ke lapangan kursus yang berlangsung selama satu bulan. Selain mengajar hidup teknik untuk kondisi keterbatasan makanan, air, dan tempat tinggal, banyak organisasi yang mengajarkan bushcraft dan primitif Survival berusaha untuk menimbulkan apresiasi dan pemahaman tentang gaya hidup yang sudah pre-industri budaya.

Ada beberapa buku yang mengajarkan satu cara untuk bertahan hidup dalam situasi yang berbahaya, dan melatih anak-anak sekolah yang harus dilakukan dalam hal gempa bumi atau kebakaran. Beberapa kota juga kebetulan ada rencana dalam kasus bencana yang besar, seperti badai atau tornadoes.

[sunting] Mental kesiapsiagaan

Komentar dicatat bahwa pikiran dan proses sangat penting untuk kelangsungan hidup. Dikatakan bahwa untuk hidup dalam kehidupan dan kematian situasi hidup yang sering memisahkan dan yang tidak. Cerita pahlawan feats yang hidup oleh orang biasa dengan sedikit atau tanpa pelatihan akan tetapi yang kuat untuk hidup yang tidak biasa. Laurence Gonzales dalam bukunya, "Deep Survival: Who Lives, Who Dies dan Mengapa" menjelaskan cerita anak gadis remaja yang merupakan korban dari pesawat crash di hutan Amazon (paling mungkin Juliane Köpcke). Tanpa pelatihan formal dan hanya dia konfirmasi pakaian, dia berjalan melalui hutan selama beberapa hari dengan serangga parasit membosankan dia di bawah kulit dan tidak ada makanan, dia mencapai desa dan mendapat bantuan. Dia satu-satunya di antara kelompok yang selamat yang sebenarnya crash hidup. Gonzalez percaya bahwa dia akan mudah dan indestructable tinggal membuat perbedaan. [20]

Jadi stres adalah situasi hidup benar, bahwa orang-orang yang tampaknya memiliki pemahaman yang jelas dari stressors, bahkan para ahli, adalah kata yang akan terpengaruh oleh mental menghadapi bahaya maut.

Nampaknya, sampai batas-batas yang stres dari hasil uji batas-batas manusia, keunggulan belajar di bawah tekanan untuk fungsi dan menentukan batas-batas yang lebih penting dr pada Mei downside dari stres. Setelah semua, stres adalah reaksi alam Adverse keadaan, dikembangkan oleh evolusi untuk membantu dalam hidup - setidaknya, dalam hal singkat, membahayakan menemukan (seperti yang tertangkap di tengah bencana alam, atau sedang diserang oleh binatang liar .) Jika stres lingers untuk jangka waktu lama, ini cenderung menghasilkan efek yang berlawanan, impeding satu kemampuan untuk bertahan hidup. Secara khusus, perhatikan hal berikut komentar Adverse efek dari stres: kelalaian, ketidakmampuan untuk tidur, peningkatan kecenderungan untuk membuat kesalahan, dikurangi energi, outbursts yang mengamuk, dan kelalaian. [21] Tidak ada gejala sepertinya akan membuat hidup lebih mudah atau lebih mungkin.

E.B. Motley contends yang sedang berhadapan dengan kebutuhan untuk bertahan hidup, ada 7 emosi yang timbul dan harus diatasi:

* Fear - Setelah satu mengakui sebuah situasi hidup, salah satu reaksi awal dicatat adalah takut. Dikatakan sebagai reaksi yang normal, namun ketakutan yang digambarkan sebagai musuh - yang "pikiran killer", yang dapat secara drastis mengurangi kemampuan untuk membuat keputusan yang jelas. Ini, pada gilirannya, dikatakan mengurangi peluang untuk hidup. Dalam upaya untuk meminimalkan satu dari ketakutan, disarankan untuk melatih realistis dalam situasi ke kondisi diri untuk mempunyai "hard-wired" positif pendekatan pengaturan hidup mendapatkan prioritas dan sibuk pertemuan mereka. Melatih reaksi ini dapat menanamkan keyakinan bahwa kita dapat mengatasi rasa takut dan melakukan apa yang harus dilakukan. Sebagai contoh, individu dengan fobi dari serangga, luar, gelap, dll perlu bekerja untuk mengatasi ketakutan ini cukup hidup untuk melakukan tugas dan memenuhi kebutuhan hidup mereka, seperti mengumpulkan kayu bakar di gurun pengaturan dan tidur dalam pengaturan.

* Anxiety - Biasanya, gelisah dan takut untuk menjalankan muncul di tangan-tangan. Anxiety Mei mulai gelisah sebagai rasa di dalam sumur salah satu dari perut, tetapi pada saat takut akan ditambahkan ke dalam campuran, gelisah Mei spiral cepat dari kontrol. Kekhawatiran akan sering mengambil alih pikiran dengan cepat dan sulit untuk membuat keputusan yang rasional. Kegelisahan adalah digambarkan sebagai hambatan serius untuk fokus pada tugas di tangan. Hal ini dicatat bahwa, biasanya, setelah beberapa penting kebutuhan hidup telah terpenuhi, kekhawatiran akan lebih mudah untuk menjauhkan.

* Panic - Kami diberi peringatan bahwa jika ketakutan dan kegelisahan adalah kiri dicentang, panik akan menetapkan in Panic akan mengakibatkan tindakan impulsif dan hilangnya kontrol diri dan bisa mengakibatkan konsekuensi mengerikan, termasuk kematian.

* Anger - Satu bisa bayangkan bahwa itu, lebih kurang, yang pasti terjadi dalam keadaan hidup akan ada masalah. Dengan kemungkinan yang tidak pernah kehabisan hal-hal yang bisa salah dan mungkin akan, tidak mengherankan membaca prediksi bahwa tempers Mei suar dalam konteks seperti itu. Tetapi amarah, dikatakan kepada getah satu energi, rasionalitas, dan akan hidup. Mencari cara lain untuk menjadi saluran ini emosi konstruktif akan bekerja, baik dalam jangka panjang atau situasi hidup, tampaknya lebih berguna bagi komentar dari kehilangan diri.

* Depresi - Sebuah keseluruhan rasa depresi adalah tercatat sebagai Common gurun dalam keadaan hidup, terutama jika sendirian. Depresi besar dikatakan mengakibatkan tubuh shutting down, dan tidak tidak seperti gelisah, menyebabkan satu harapan untuk menyerah. Tetap positif dan secara konstruktif sibuk tinggal disarankan untuk memerangi depresi. Nampaknya saat manusia secara fisik yang mencoba untuk memperbaiki kehidupan mereka, dengan cara membangun api, membuat tempat berteduh, mengumpulkan air atau makanan, ada kecenderungan untuk menjadi kurang tertekan.

* Bersalah - Seringkali dengan sebuah situasi hidup adalah hilangnya kehidupan. Mereka segera hidup, tetapi masih dalam bahaya, mungkin merasa bersalah, kami diberitahu, baik karena mengambil tanggung jawab atas kematian (s) atau dari rasa bersalah karena mereka masih hidup dan orang lain yang mati. Hal ini disebut survivor dari kesalahan. Para komentator dari catatan bahwa keadaan pikiran harus menjaga combated oleh pandangan yang positif, dan kemungkinan menggunakan agama untuk membantu menangani sakitnya berikut lain dari kematian.

* Kebosanan dan kesendirian - Sebuah sering tak efek samping yang dalam keadaan hidup, kebosanan dan kesendirian yang kedua berkata berkontribusi menurunkan semangat. Komentar yang menunjukkan bahwa penting bahwa survivor tetap nya sibuk pikiran dan roh atas.

[22]

[sunting] Survival manual

A hidup adalah sebuah buku manual yang digunakan sebagai acuan dalam situasi di mana manusia hidup terancam - diharapkan atau tidak terduga. Biasanya akan menutupi kedua persiapan dan petunjuk untuk menangani eventualities.

Ada banyak berbagai jenis hidup manual, tetapi ada sebagian besar bagian dari standar nasihat. Ini kadang-kadang kembali untuk umum distribusi: misalnya SAS Survival Handbook, Amerika Serikat Army Survival Manual (FM 21-76) dan Angkatan Udara Amerika Serikat Survival Manual (AF 64-4).

Manuals lainnya telah ditulis untuk menggunakan lebih spesifik, seperti gurun atau maritim hidup.

Sebagian besar hari ini mengajar tentang prinsip-prinsip hidup yang berasal dari karya SAS Survival Instructor angkuh Wiseman.

Dalam Tuhan Kirk B 's 1880 dari buku cetak,' Surviving di koloni: 1 sesama bagian dari perjalanan, ia menyatakan bahwa yang terbaik adalah kunci untuk hidup yang ketat saja dari 'rumpy pumpy' dan 'empat ale bir yang lemah dalam pagi.

[sunting] Lihat juga
Sister proyek Wikibooks memiliki buku pada topik
Backpack berkemah dan hidup daerah berhutan

* Antitoksin
* Antivenin
* Firearms
* Mendaki peralatan
* Ruang pendidikan
* Rüdiger Nehberg
* Survival kit
* Survival pisau
* Survivalism
* The World's Most Dangerous Places

[sunting] Referensi

1. ^ Amerika Serikat Army. Bidang Manual 21-76 (Survival). Online menyalin diambil dari [1] pada tanggal 23 September 2008
2. ^ Gurun Survival Merit badge pamflet, Jan, 2008, pada 20-39
3. ^ Amerika Serikat Army, ibid.
4. ^ E.g., Outdoors-Magazine
5. ^ The permadani My Happy Life, J.T. Crandall, TRT Publikasi, 1980 (crash of B-17 di Pasifik dalam WWII)
6. ^ BSA gurun Survival Merit Badge Pamflet
7. ^ Ab Air Saldo; sebuah kunci untuk Cold Cuaca Survival oleh Bruce Zawalsky, Chief Instructor, BWI
8. ^ Army Survival Manual; Bab 13 - Page 2
9. ^ US Army Survival Manual FM 21-76, juga dikenal sebagai FM 3-05.70 Mei 2002 Edisi; air minum
10. ^ "Air Disiplin" di Survival Topik
11. ^ USEPA
12. ^ Gurun Kedokteran Masyarakat
13. ^ Wisconsin Dept of Natural Resources
14. ^ US Army Survival Manual FM21-76 1998 Dorset tekan 9. Pencetakan ISBN 1566190223
15. ^ John Kallas, Ph.D., Direktur Institute for the Study of Edible Wild Plants dan lain Foragables. Biografi
16. ^ Gurun Survival Merit Badge pamflet, Jan, 2008, at 39,
17. ^ Bruce Zawalsky, Chief Instructor, BWI, Web artikel: Apakah Modern gurun Survival? [2]
18. ^ Bruce Zawalsky, Chief Instructor, BWI, Web artikel: Apakah Bushcraft? [3]
19. ^ Bruce Zawalsky, Chief Instructor, BWI, Web artikel: Apa itu primitif Survival Techniques? [4]
20. ^ Laurence Gonzales Deep Survival: Who Lives, Who Dies dan Mengapa.
21. ^ Mayo Clinic
22. ^ Psikologi dari situasi hidup; tujuh emosi, Motley, EB

Jumat, 01 Mei 2009

Prinsip Dan Metodik Kepramukaan

Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan

(1) Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan merupakan ciri khas yang
membedakan kepramukaan dari pendidikan lain.
(2) Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan merupakan dua unsur proses
pendidikan terpadu yang harus diterapkan dalam setiap kegiatan.
(3) Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan dilaksanakan sesuai dengan
kepentingan, kebutuhan, situasi, dan kondisi masyarakat.


PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN

Prinsip Dasar Kepramukaan adalah:
1. Iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
2. Peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam seisinya;
3. Peduli terhadap diri pribadinya;
4. Taat kepada Kode Kehormatan Pramuka.

Prinsip Dasar Kepramukaan sebagai norma hidup seorang anggota Gerakan Pramuka,ditanamkan dan ditumbuhkembangkan melalui proses penghayatan oleh dan untuk diri pribadinya,bagi peserta didik dibantu oleh pembinanya, sehingga pelaksanaan dan pengamalannya dilakukan dengan penuh kesadaran, kemandirian, kepedulian, tanggungjawab serta keterikatan moral, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat.

Menerima secara sukarela Prinsip Dasar Kepramukaan adalah hakekat pramuka, baik sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, makhluk sosial, maupun individu yang menyadari bahwa diri pribadinya.

Mentaati perintah Tuhan Yang Maha Esa dan beribadah sesuai tata-cara dari agama yang dipeluknya serta menjalankan segala perintahNya dan menjauhi laranganNya.
Mengakui bahwa manusia tidak hidup sendiri, melainkan hidup bersama dengan makhluk lain yang juga diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa, khususnya sesama manusia yang telah diberi derajat yang lebih mulia dari makhluk lainnya. Dalam kehidupan bersama didasai oleh prinsip peri kemanusiaan yang adil dan beradab.

Diberi tempat untuk hidup dan berkembang oleh Tuhan Yang Maha Esa di bumi yang berunsurkan tanah, air dan udara yang merupakan tempat bagi manusia untuk hidup bersama, berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan rukun dan damai.
2
Memiliki kewajiban untuk menjaga dan melestarikan lingkungan sosial serta memperkokoh persatuan, menerima kebhinnekaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Memerlukan lingkungan hidup yang bersih dan sehat agar dapat menunjang/memberikan kenyamanan dan kesejahteraan hidupnya. Karena itu manusia wajib peduli terhadap lingkungan hidupnya dengan cara menjaga, memelihara dan menciptakan lingkungan hidup yang baik.






METODE KEPRAMUKAAN

1) Metode Kepramukaan merupakan cara belajar interaktif progresif melalui :

a. Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka;
b. Belajar sambil melakukan;
c. Sistem berkelompok;
d. Kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani anggota muda dan anggota dewasa muda;
e. Kegiatan di alam terbuka;
f. Sistem tanda kecakapan;
g. Sistem satuan terpisah untuk putera dan untuk puteri;
h. Kiasan dasar;

2) Metode Kepramukaan pada hakekatnya tidak dapat dilepaskan dari Prinsip Dasar Kepramukaan. Keterkaitan itu terletak pada pelaksanaan Kode Kehormatan.

3)Metode Kepramukaan sebagai suatu sistem, terdiri atas unsur-unsur yang merupakan subsistem terpadu dan terkait, yang tiap unsurnya mempunyai fungsi pendidikan yang spesifik dan saling memperkuat serta menunjang tercapainya tujuan.

Selasa, 14 April 2009

Simpul dan Tali-temali

Simpul adalah ikatan pada tali atau tambang yang dibuat dengan sengaja untuk keperluan tertentu. Ikatan itu sendiri, khususnya yang digunakan pada saat Panjat Tebing, terbagi kedalam empat macam.
PERINGATAN! Semua tutorial pembuatan simpul dan mekanisme teknis panjat memanjat enggak bisa dipelajari dari sekedar membaca artikel. Carilah nasehat profesional langsung dari para ahli karena kesalahan dalam pembuatan dan penggunaan bisa berakibat FATAL.
Simpul Pengunci/ Kancing (Stopper Knots):

simpul yang dibuat untuk menghindari lepasnya ujung atau ekor tali dari ikatan yang berbentuk lingkaran pada tali tersebut. Dengan adanya simpul pengunci ini ujung tali akan terjerat/ terkunci sekiranya ekor tali tersebut akan terlepas/ keluar dari satu lubang tertentu.
Simpul Penyambung (Bends):

simpul yang digunakan untuk menyambung dua tali/ tambang untuk menghasilkan tali gabungan yang lebih panjang. Simpul ini bisa digunakan juga pada dua tali yang ukuran diameternya berbeda.
Simpul Melingkar (Loops):

seperti yang disebutkan oleh namanya, simpul yang satu ini membentuk satu lingkaran atau lebih, biasa juga disebut mata, dan umumnya dibuat pada bagian ekor tali/tambang. Simpul ini kuat dan sangat tidak mudah terlepas.
Simpul Pengikat (Hitches):

simpul yang diikat pada benda atau objek lain, contohnya karabiner atau alat proteksi tradisional. Benda/ objek lain ini bisa juga tali/ tambang lain yang bukan digunakan untuk mengikat simpul ini (simpul tali yang diikatkan ke tali lain).


Simpul "Figure-of-Eight" (mengkhayalkan 8) adalah simpul yg sangat bermanfaat. Gampang untuk membuat, gampang untuk membuka setelah memberatkan, dan stres tali rendah waktu ikat dgn kencang. Anda bisa membuat simpul ini di ujung s/d ditengah tali, tetapi kalau di ujung, sebaik kalau Anda membuat simpul kancingan untuk ahkirNya sehingga dia tak bisa membukadiri. Simpul Fishermans atau double Overhand cocok sebagai simpul kancingan.
Dua cara membuat figure of eight. Memakai cara yg pertama ketika rencanaNya memakai karabiner, yg kedua ketika Anda mau ikat tali langsung dgn harnes atau barang lain.
Figure-of-Eight loop

Figure-of-Eight re-threaded

Kebiasaan methode ini cocok untuk mengikat tali langsung dengan harnes.
Bowline

Simpul bowline gampang untuk berubah dan membuka. AWAS, kalau salah membuat dia berbahaya. PENTING: juga membuat simpul kancingan di ujung bebas untuk menjaga kemungkinan dia membuka diri.
Clove Hitch

Simpul clove hitch gampang untuk berubah tempatNya setelah membuat, tetapi dia tak terlalu kuat. If one side of the knot is to be loaded, place the diagonal underneath. If both sides are to be loaded, place the diagonal at the top. Mengetatkan dia, sebelum memakai, sehingga dia tidak jalan waktu keberatan.
Highwayman's Hitch

Simpul "Highwayman's Hitch" ini bisa membawah keberatan Anda (ujung-B) dan untuk membuka cepat cabut ujung-A.
Jangan memakai untuk panjat pinang apa lagi panjat yang asli
Tetapi dia baik untuk kudaMu kalau Anda mau berangkat dengan cepat!
Fisherman's Knot

Simpul tergampang untuk mengikat dua ujung tali. Anda bisa memakai ini sebagai kancingan di tali ujung kalau sudah membuat figure of eight. Simpul Double Fishermans lebih baik.
Double Fisherman's Knot

Lebih baik dari pada Simpu Fisherman's. Dia simpul baik karena dia susah membuka. Periksa ujungNya sering untuk memastikan ujung tali tak menjadi lebih pendek. Kencang dgn keberatanMu.
Lark's Foot

Simpul cepat, tetapi lemah. Sebaik menyingkiri.
Overhand Knot

Barangkali simpul tergampang. Kebiasaan dipakai sebagai simpul kancingan, tetapi simpul double overhand lebih baik.
Double Overhand Knot

Lebih baik sebagai simpul kancingan dari pada simpul overhand.
Overhand Loop

Simpul tergampang untuk membuat lingkaran tali yang tertutup di tengah tali. Susah membuka telah keberatan.
Tape Knot

Cocok untuk mengikat dua ujung webbing. Dia bisa membuka diri sehinnga periksa dgn sering. Membuat kancing dengan keberatan badanMu.
Ascending Knots
Lima gambar simpul menaikkan berikut. Setiap simpul punya sifat-sifat kekuatan dan kelemahan. Cobalah semua untuk memastikan yg terbaik menerut Anda.
Prusik Loop


The Kleimheist

Simpul Hedden atau Kreutzklem


The French Prusik

The Bachmann


Sumber para rekan pendaki
Jika ada kritik serta saran atau artikel yang akan ditambah silahkan hubungi moderator web

Figure-of-Eight
Simpul "Figure-of-Eight" (mengkhayalkan 8) adalah simpul yg sangat bermanfaat. Gampang untuk membuat, gampang untuk membuka setelah memberatkan, dan stres tali rendah waktu ikat dgn kencang. Anda bisa membuat simpul ini di ujung s/d ditengah tali, tetapi kalau di ujung ...sebaik kalau Anda membuat simpul kancingan untuk ahkirNya sehingga dia tak bisa membukadiri. Simpul Fishermans atau Double Overhand cocok sebagai simpul kancingan.
Dua cara membuat figure of eight.
Memakai cara yg pertama ketika rencanaNya memakai karabiner, yg kedua ketika Anda mau ikat tali langsung dgn harnes atau barang lain.
Figure-of-Eight loop

Figure-of-Eight re-threaded

Kebiasaan methode ini cocok untuk mengikat tali langsung dengan harnes.
Bowline

Simpul bowline gampang untuk berubah dan membuka. AWAS, kalau salah membuat dia berbahaya. PENTING: juga membuat simpul kancingan di ujung bebas untuk menjaga kemungkinan dia membuka diri.
Clove Hitch

Simpul clove hitch gampang untuk berubah tempatNya setelah membuat, tetapi dia tak terlalu kuat. If one side of the knot is to be loaded, place the diagonal underneath. If both sides are to be loaded, place the diagonal at the top. Mengetatkan dia, sebelum memakai, sehingga dia tidak jalan waktu keberatan.
Highwayman's Hitch

Simpul "Highwayman's Hitch" ini bisa membawah keberatan Anda (ujung-B) dan untuk membuka cepat cabut ujung-A.
JANGAN MEMAKAI UNTUK MEMANJAT!
Tetapi dia baik untuk kudaMu kalau Anda mau berangkat dengan cepat!
Fisherman's Knot

Simpul tergampang untuk mengikat dua ujung tali. Anda bisa memakai ini sebagai kancingan di tali ujung kalau sudah membuat figure of eight. Simpul Double Fishermans lebih baik.
Double Fisherman's Knot

Lebih baik dari pada Simpul Fisherman's. Dia simpul baik karena dia susah membuka. Periksa ujungNya sering untuk memastikan ujung tali tak menjadi lebih pendek. Kencang dgn keberatanMu.
Lark's Foot

Simpul cepat, tetapi lemah. Sebaik menyingkiri.
Overhand Knot

Barangkali simpul tergampang. Kebiasaan dipakai sebagai simpul kancingan, tetapi simpul double overhand lebih baik.
Double Overhand Knot

Lebih baik sebagai simpul kancingan dari pada simpul overhand.
Overhand Loop dan The Bachmann






Simpul tergampang untuk membuat lingkaran tali yang tertutup di tengah tali. Susah membuka telah keberatan.
Tape Knot

Cocok untuk mengikat dua ujung webbing. Dia bisa membuka diri sehinnga periksa dgn sering. Membuat kancing dengan keberatan badanMu.
Ascending Knots
Lima gambar simpul menaikkan berikut. Setiap simpul punya sifat-sifat kekuatan dan kelemahan. Cobah semua untuk memastikan yg terbaik menurut Anda.
Prusik Loop

The Kleimheist

Simpul Hedden atau Kreutzklem


The French Prusik














Bidang Tali Temali
Dalam tali temali kita sering mencampuradukkan antara tali, simpul dan ikatan. Hal ini sebenarnya berbeda sama sekali. Tali adalah bendanya. Simpul adalah hubungan antara tali dengan tali. Ikatan adalah hubungan antara tali dengan benda lainnya, misal kayu, balok, bambu dan sebagainya.

Macam simpul dan kegunaannya
1. Simpul ujung tali
Gunanya agar tali pintalan pada ujung tali tidak mudah lepas
2. Simpul mati
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besar dan tidak licin
3. Simpul anyam
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang tidak sama besarnya dan dalam keadaan kering
4. Simpul anyam berganda
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang tidak sama besarnya dan dalam keadaan basah
5. Simpul erat
Gunanya untuk memendekkan tali tanpa pemotongan
6. Simpul kembar
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besarnya dan dalam keadaan licin
7. Simpul kursi
Gunanya untuk mengangkat atau menurunkan benda atau orang pingsan
8. Simpul penarik
Gunanya untuk menarik benda yang cukup besar
9. Simpul laso

Untuk gambar macam-macam simpul dapat dilihat di bawah ini :





Macam Ikatan dan Kegunaannya
1. Ikatan pangkal
Gunanya untuk mengikatkan tali pada kayu atau tiang, akan tetapi ikatan pangkal ini dapat juga
digunakan untuk memulai suatu ikatan.

2. Ikatan tiang
Gunanya untuk mengikat sesuatu sehingga yang diikat masih dapat bergerak leluasa misalnya
untuk mengikat leher binatang supaya tidak tercekik.
3. Ikatan jangkar
Gunanya untuk mengikat jangkar atau benda lainnya yang berbentuk ring.
4. Ikatan tambat
Gunanya untuk menambatkan tali pada sesuatu tiang/kayu dengan erat, akan tetapi mudah untuk melepaskannya kembali. Ikatan tambat ini juga dipergunakan untuk menyeret balik dan bahkan ada juga dipergunakan untuk memulai suatu ikatan.
5. Ikatan tarik
Gunanya untuk menambatkan tali pengikat binatang pada suatu tiang, kemudian mudah untuk
membukanya kembali. Dapat juga untuk turun ke jurang atau pohon.
6. Ikatan turki
Gunanya untuk mengikat sapu lidi setangan leher
7. Ikatan palang
8. Ikatan canggah
9. Ikatan silang
10. Ikatan khaki tiga

Untuk gambar macam-macam ikatan dapat dilihat di bawah ini.







Penulis : Kakak Drs. Ringsung Suratno, M.Pd



A. Sure.









Shear, Tripod, and Square Lashings (start w/clove hitch on one pole, wrap at least four times around, then between poles):


Multiple Stakes:

Q. How about wire rope (steel cable)?
A. For smaller structures, 3/16-inch wire rope might be fine; for larger structures, at least 1/4-inch. Note the working strength printed on the spool. Wire rope clips should be used in sets of three for loops and splices. Thimbles reduce stress on the wire rope, and allow easier attachment to a structure using a quick-link or shackle.
Never saddle a dead horse -- place the saddle part of the wire rope clips on the live part of the line.



Knots and Hitches for Kite Flying
James S. Aber

Knots to join two lines together

Square (reef) knot. One of the best known knots for tying together two lines of equal diameter. Notice the symmetry--both free ends are on the same side of knot. It's a relatively weak knot--breaking strength is only 45% of rated line strength. It should not be used where lines will be under strong tension, as it has a tendency to slip. For high-tension knots, the sheet bend, surgeon's knot, or fisherman's knot are recommended (see below).

Thief knot. It resembles the square knot (above), but notice that the two free ends are on opposite sides of the knot. This knot slips easily; it should be avoided for kite flying.

Granny knot. Similar to the square knot (above), but notice the different overlap pattern. This knot slips easily; it should be avoided for kite flying.

Sheet bend. An excellent knot for joining two lines of equal or unequal diameter. The knot has moderate strength and is highly resistant to slippage. It is recommended in preference to the square knot. Note both free ends should be on the same side of the knot.

Double sheet (Becket) bend. Like the sheet bend, but with an extra turn around the standing loop. An excellent means to join slippery lines of unequal diameter.

Surgeon's knot. Tied in a manner like the square knot, but with an extra wrap on both sides. This knot has moderate strength and high resistance to slippage. Often used for kite bridles, it is recommended for joining lines of equal diameter.

Fisherman's (English) knot. The knot is shown here before tightening. Each line is tied in an overhand knot around the other line, a simple procedure (see below).

Fisherman's (English) knot. This example shows the knot pulled tight. The fisherman's knot is one of the strongest and most resistant to slippage of all knots for tying two lines together.
Attaching a line to an anchor

Lark's head (cow hitch). A simple knot created by passing the line through a loop around the anchor. This knot is used to tie a ring into a line (see below). The lark's head is easy to tie, moderately strong and resistant to slippage. It's also quick to untie.

Lark's head (cow hitch). Place a loop of line through a ring and spread the loop. Next work the loop down around the ring and pull tight to create the lark's head (see above).

Cat's paw. This knot is like the lark's head but with an additional twist in the loop, which gives it more resistance to slippage compared to the lark's head. The cat's paw is a useful knot, but it's somewhat more difficult to tie.

Two half hitches. Half hitches are simple, strong, and easy to tie. The knot has moderate resistance to slippage. Knot breaking strength is 75% of rated line strength.

Anchor (fisherman's) bend. Two half hitches in which the first half hitch is locked by a round turn. This has become the author's favorite means to attach kite flying line to snaps and rings. Knot breaking strength is 70% of rated line strength.

Clove hitch. A simple knot, but one that is prone to slip with synthetic line on a smooth anchor. Because the line does not bend back on itself, this hitch is quite strong--breaking strength is 75% of rated line strength. It's also easy to tie.

Clove hitch--extended. Additional wraps around the anchor increase the frictional resistance to slippage.

Clove plus two half hitches. This compound knot combines the characteristics of the clove and half hitch into a knot that is quite strong and highly resistant to slippage. This combination can be used for attaching the flying line to the kite bridle and for other critical connections.

Cleat tie down. Proper cleat tie down involves overlapping the line in a figure eight pattern. Note the free end (lower right) is tucked under itself on the final wrap to lock the line.
Knots to make a loop

Bowline. A strong knot for making a loop that will not slip is the bowline. It's breaking strength is about 60% of the line's rated strength.

Bowline with two turns. The bowline has many variations. This variant, with an extra turn, is recommended for slippery kite line.

Bowline with a half hitch. Another variation of the bowline in which the free end is tied in a half hitch to lock the knot.

Slip (running) knot. As the name implies this loop is designed to slip tight around an object. It's an easy way to attach a line to an anchor, but not as strong at the hitches shown above.

Fisherman's eye (loop). The eye is shown here before tightening. It's made by tying two overhand knots around the line, a simple procedure (see below).

Fisherman's eye. The knot is shown here after tightening. This loop is strong and will not slip; it is recommended for kite flying.

Alpine butterfly (noose). Here's a quick way to tie a non-slip loop in the middle of a line. It could serve in place of a lark's head and ring for making an attachment point in the middle of a kite flying line.
Knots to stop a line

Overhand knot. By far the simplist way to make a stopper at the end of a line. The small size of the knot limits its function as a stopper, and it is relatively weak--about 45% of rated line strength.

Figure eight (end) knot. A better stopper than the overhand knot, as it makes a larger mass at the end of a line. The figure eight knot has moderate strength--about 50% of rated line strength.

Stevedore's knot. Similar to the figure eight knot, but with an extra turn. A still better stopper, because of the large mass the knot makes in the line. This stopper is recommended for kite flying.
Knots to shorten a line

Sheep shank. The line is doubled back on itself, then looped over each end of the doubled section. This is a temporary knot that holds well under tension, but releases easily when the tension is removed. It is not recommended for conditions of heavy line stress, as it can pull apart. Knot breaking strength is 45% of rated line strength.

Knotted (man o' war) sheep shank. An attractive variation of the sheep shank. The central knot makes this structure more resistant to slippage.

Chain knot. For compact storage of line the chain knot is recommended. It starts with a slip knot (right side); the free end then is pulled through the loop, and the operation is repeated to form the chain. This is a good way to handle the lines of a Picavet suspension for tangle-free storage.
More knots and hitches.












Description
This section is from the book "Amateur Work Magazine Vol5". Also available from Amazon: Amateur Work.
Scaffold Knots And Hitches
There is a great lack of knowledge among workmen generally with regard to the tying of rope for scaffolding, and when it is considered that during the erection of a building the workman lives, as it were, on the scaffold, sometimes poised in midair and in other dangerous positions where life and limb is jeopardized, it is most essential that the scaffold should be trustworthy and safe, and one of the factors of safety is the correct lashing and tying of the rope, with the manipulation of which the workman should be perfectly familiar.

As a chain is no stronger than its weakest link, so stability of the scaffold is dependent to a great extent upon the security of its knots; hence the importance of knowing the best one to use for the purpose required. Although scaffolds are generally erected by qualified men, yet there are occasions when the workman requires some adjustment or addition to the scaffold for a special purpose. He has then to undertake the alteration himself, and his knowledge of tying knots can be applied.
The knowledge one possesses in tying knots is not confined to the one vocation of scaffolding, but is useful in all departments of everyday life. A great number of knots have been devised for various purposes. The few here illustrated are those chiefly used in the erection of pole scaffolding and comprise nearly all that are necessary. The tying of these knots should be practiced by the uninitiated, for the process is inexpensive, as the back of a chair may be utilized, a small piece or or two of sash cord, with a little persistence, being all that is required to make perfect.
A very good proof that the lesson has been learned thoroughly is to tie each of these knots in the dark. The principles of a good knot are its facility in tying, its freedom from slipping and its being easily untied, says a writer in an English exchange. All knots will jam more or less when subject to a strain. In the diagrams here given the knots are shown open before being drawn taut in order to show the position of the parts. The names usually given and their uses are as follows:
1. Bight of a rope.
2. Overhand, or thumb knot, to prevent a rope running through the sheave of a block.
3. Figure of eight knot, used as No. 2.
4. Stevedore knot; is useful when the rope passes through an eye. It is easily untied after being strained.
5. Square or reef knot; this is the most useful knot for joining two ropes of the same size. However tight it jams it is easily " upset " and undone.
6. Granny, or thief, knot; this should not be used, as it will jam tight but not slip (as erroneously supposed), will not " upset, " and consequently is difficult.
to undo.
7. Single sheet bend,or weavers' knot; used principally for joining two ropes of unequal sizes more securely than a reef knot.
8. Double sheet bend; more secure than No. 7.
9. Carrick bend, for fastening the four guys to a derrick.
10. Flemish loop.
11. Slip knot.
12. Bowline, for making a loop that will not slip. After being strained this knot is easily untied. Commence by making a bight in the rope, then put the end through the bight and under the standing part, pass the end again through the bight and pull taut. This knot should be tied with facility by every one handling ropes..
13. Timber hitch; the greater the strain the tighter it will hold.
14. Clove hitch,consisting of two half hitches; used chiefly to tie ledgers to standards. This is the most useful of all the knots used in scaffolding on account of its simplicity and security.
15. Clove hitch, as No. 14, showing its application around a pole.
16. Round turn and two half hitches for securing a rope to a ledger, or for fastening the guys of derricks, shear legs, etc.
17. Fisherman's bend; used when a thick rope, such as a fall, is made fast to a ring.
18. Rolling hitch; used in a variety of ways, chiefly in making fast one rope to another that is held taut.
19. Sheepshank, for shortening a rope when the ends are inaccessible.
29. Catspaw, an endless loop, and used where great power is required.
21. Blackwaller; easily applied, but requires watching; has a tendency to slip.-" Carpentry and Building."

Continue to:
• prev: Wanted - Level Headed Men
• Table of Contents
• next: The Heat Of The Sun
Tags
amateur work, hobby, woodworking, crafts, magazine, arts, sciences, electrical apparatus, mechanical apparatus, furniture, articles, games, photography, model making, boat building




The Art of Knots
In the days of sailing ships, sailors had to be rope-tying experts, for the safety of the ship and crew could depend upon whether a knot was correctly tied. On a fully rigged ship, several miles of rigging incorporated thousands of knots. There was a different knot for every chore, from the simple hitch to the most ornate Turk's Head. Tying knots became a craft in itself carried out during long months at sea. Knot boards served as useful training references as well as object of pride.
Sailor's Knot Board:



There are thousands of knots and hitches.
Here are some of the more common ones:




The Uni-Knot System

One basic fishing line knot which can be varied to meet virtually every knot tying need in either fresh or salt water fishing. That was the objective of Vic Dunaway, author of numerous books on fishing and editor of "Florida Sportsman" magazine. The Uni-Knot system resulted. Knot illustrations and directions thanks to Ande Monofilament.
Uni-Knot --- Joining 2 Lines (of Similar Diameter)


1. Overlap ends of two lines of about the same diameter for about 6".

Take one end, and form the Uni-Knot circle, crossing the two lines about midway of the overlapped distance.

2. Tie the Uni-Knot, making six turns around the two lines (leaving the loop free).
3. Pull the tag end to form a snug knot tight around the line.
4. Use the loose end of the overlapped line to tie another Unit-Knot as shown above and pull snug.
5. Pull the two standing lines in opposite directions to slide the knots together. Pull as tightly as possible and snip ends close to nearest coil.



Sailors, riggers, and fishermen use many different kinds of fishing knots. For most fishing needs and for tying leaders, however, only a few basic knots are required, and these are shown here.





Nylon fishing knots have a tendency to slip if not properly tied, so care must be taken when tightening the knot. After the knot is formed it should first be pulled up slowly, and then pulled tight.
After the knot is tied, do not clip the end off too short. For certain knots it is also a good idea to burn this end with a match or cigarette lighter so that the nylon fuses into a tiny ball.

Here's how to tie the four basic fishing knots shown in the illustration above. The blood knot, also called the barrel knot, is used to join lines or leaders.

To tie it, first lap the ends of the lines or leaders. Then twist one end around the line to make three or three and a half turns. Next place the end between the strands and hold them together between your thumb and forefinger.

Now wind the other end around the line for the same number of turns, in the opposite direction, and place it between the strands.

Finally, pull on the two ends to draw the turns closer together. When they bunch up, pull tight on the ends making the knot as small as possible. Then clip off the ends fairly close to the knot.

The perfection loop knot is for tying a loop on the end of your line or leader. Here you take one looping turn around the nylon and hold the lines together between your thumb and forefinger.

Then take a second looping turn around the crossing. Next, take the big loop formed by this second turn, pass it through the loop on top, and pull on this big loop until the knot jams. Then clip off the end.

The double thumb knot is another fishing knot which can be used to tie a loop on the end of a line or leader. Here you merely double your leader for a few inches to form a loop and then form a simple overhand knot twice, as shown.

The improved clinch knot is used for tying a leader to a hook, snap, or lure. To tie it, run about three or four inches of the end of the leader through the eye, then double it back and twist it around the leader for several turns.

Next, put the end through the opening next to the eye, and, for added security, run the end through the big loop formed by the nylon. To tighten, pull on the end and slide the turns toward the eye. To finish, just clip off the end.


Thanks to http://www.make-your-own-fishing-lures.com





SCOUT SMK N 1 TASIKMALAYA
MHT – CND 03085 – 03086
My scout, My Live
(2008/2009)
Rover : Roni Norana, MHT